in

Semarak Kemerdekaan di Sukalaksana, BRI Dorong UMKM dan Budaya Lokal Naik Kelas

Garutexpo.com — Semangat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Desa BRILiAN Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office 09 Bandung menghadirkan pesta rakyat bertajuk Semarak Merah Putih Kemerdekaan (SMPK), Sabtu (22/8/2026).

Mengusung semangat “BRI Hadir Bersama Rakyat, untuk Wadah Ekspresi Rakyat, dan Mengembangkan Ekonomi Mulai dari Desa”, kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari itu tidak sekadar menjadi perayaan kemerdekaan. BRI mengemasnya sebagai ruang ekspresi masyarakat sekaligus momentum untuk memperkuat ekonomi desa, UMKM, pariwisata, budaya, dan kepedulian sosial.

Ratusan warga serta wisatawan turut memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut.

Pembukaan SMPK ditandai dengan Opening Ceremony yang memperlihatkan sinergi antara BRI dan Pemerintah Kabupaten Garut. Manajemen BRI hadir bersama sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut Ahmad Ramdani, S.Sos., M.Si., A.kp., Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Drs. H. Hendra Siswara Gumilang, M.M., Camat Samarang Bambang Isnaeni Fathan, S.E., M.Si., Danramil Samarang Kapten Caj (K) Muji Rahayu, Kapolsek Samarang Kompol Hilman Nugraha, S.H., serta perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut.

Regional CEO BRI Region 09 Bandung, Dewi Hestiningrum, mengatakan momentum kemerdekaan menjadi kesempatan bagi BRI untuk semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong potensi ekonomi dan pariwisata di wilayah perdesaan.

“Bagi BRI, semangat kemerdekaan diwujudkan dengan hadir langsung di tengah masyarakat. Desa BRILiAN Sukalaksana adalah contoh nyata bagaimana potensi lokal, budaya, dan UMKM dapat tumbuh bersama,” ujar Dewi.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas, melestarikan tradisi, sekaligus mengembangkan potensi ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan.

Pemkab Garut Apresiasi Kolaborasi BRI

Pemerintah Kabupaten Garut memberikan apresiasi terhadap keterlibatan BRI dalam pemberdayaan masyarakat Desa Sukalaksana.

Kepala DPMD Kabupaten Garut Ahmad Ramdani yang mewakili Pemkab Garut menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat yang lebih luas karena tidak berhenti pada hiburan semata.

“Pemerintah Kabupaten Garut menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada BRI atas kolaborasi dan kepedulian yang konkret ini,” katanya.

Ia menyebut rangkaian SMPK memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, membantu mempromosikan destinasi wisata daerah, sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Sinergi antara perbankan, pemerintah daerah, dan masyarakat desa seperti inilah yang menjadi kunci utama pembangunan kemandirian ekonomi desa di Garut,” ujarnya.

Budaya Garut Jadi Magnet Pesta Rakyat

Kemeriahan semakin terasa dengan ditampilkannya berbagai kesenian dan tradisi khas Garut. Pengunjung disuguhi Seni Ketangkasan Domba Garut, atraksi Pencak Silat, hingga permainan tradisional anak Kabarulem.

Seni Ketangkasan Domba Garut juga tidak hanya menjadi tontonan. Potensi tersebut dinilai memiliki kaitan dengan pengembangan ekonomi masyarakat melalui pengembangan ras ternak unggulan sekaligus dapat mendukung daya tarik agrowisata.

Di sisi lain, BRI menghadirkan Bazaar UMKM BRILiAN yang menampilkan beragam produk unggulan masyarakat. Mulai dari Klaster Durian Kuyambut, olahan kentang, Soto Ahri, Batik Garutan, hingga produk kerajinan kulit ASTIGA.

Menariknya, transaksi di kawasan bazaar turut didorong menggunakan pembayaran digital melalui QRIS BRI. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan transaksi nontunai sekaligus memperluas inklusi keuangan digital bagi pelaku usaha di desa.

Lebih dari 500 Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Semarak kemerdekaan juga dibarengi dengan aksi sosial. Melalui program BRI Peduli, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang menggandeng tim medis BRIMedika.

Lebih dari 500 warga desa mendapatkan pemeriksaan tensi darah, gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi dokter, hingga pemberian obat dan vitamin secara cuma-cuma.

Tak hanya itu, BRI juga menggelar aksi kemanusiaan untuk membantu korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program “Satu Tanda, Sejuta Harapan”.

Dalam aksi tersebut, setiap warga yang berpartisipasi dengan menempelkan stiker HUT ke-81 RI pada interactive wall BRI Peduli dikonversikan menjadi donasi senilai Rp50.000 oleh BRI. Selain itu, masyarakat juga dapat menyalurkan bantuan melalui kanal donasi digital menggunakan QRIS Kemanusiaan.

Ditutup Lomba 17-an hingga Hiburan Musik

Rangkaian Semarak Merah Putih Kemerdekaan kemudian ditutup dengan berbagai perlombaan tradisional 17-an antar-RT/RW, pertunjukan seni Manshur Angklung, komedi bobodoran Sunda, hingga panggung hiburan musik.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan di desa dapat dikemas lebih dari sekadar pesta rakyat. Di Sukalaksana, semangat kemerdekaan dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, digitalisasi UMKM, pelayanan kesehatan, serta aksi kemanusiaan.

Melalui kolaborasi antara BRI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Desa BRILiAN Sukalaksana menunjukkan bahwa potensi desa dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun ekonomi masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya lokal.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Garut Teratas di Jabar, Ruas Jalan Aspal Capai 290,73 Kilometer