Garutexpo.com – Pembangunan Rumah Sakit Limbangan di Kabupaten Garut kembali menjadi perhatian publik. Proyek yang telah dimulai sejak 2020 itu hingga kini belum rampung, sehingga memunculkan anggapan di tengah masyarakat bahwa pembangunan tersebut mangkrak.
Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli, menegaskan bahwa proyek Rumah Sakit Limbangan bukanlah proyek terbengkalai. Menurutnya, pembangunan masih terus berlanjut secara bertahap dan kini memasuki sekitar enam tahapan pekerjaan.
“Sebetulnya Rumah Sakit Limbangan bukan mangkrak, tetapi memang belum selesai. Proses pembangunannya terus berjalan sejak tahun 2020 hingga sekarang melalui beberapa tahap pembangunan,” ujar dr. Leli saat diwawancarai media, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Garut menargetkan penyelesaian pembangunan rumah sakit tersebut kembali dilanjutkan pada tahun 2027 apabila dukungan anggaran tersedia.
“Mudah-mudahan pada tahun 2027 kita bisa melanjutkan. Bukan pembangunan dari awal, tetapi penyelesaian pembangunan yang masih tersisa,” katanya.
Menurut dr. Leli, pada tahap perencanaan awal kebutuhan anggaran pembangunan Rumah Sakit Limbangan diperkirakan mencapai sekitar Rp80 miliar. Namun, kondisi ekonomi yang berubah, termasuk kenaikan harga material bangunan dan penyesuaian biaya konstruksi, menyebabkan kebutuhan anggaran diperkirakan meningkat dari nilai awal tersebut.
“Kami melihat adanya penyesuaian harga sehingga kebutuhan anggarannya kemungkinan lebih besar dari perencanaan awal. Karena itu kami terus berupaya mengajukan dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila dukungan anggaran dapat segera diperoleh, proses penyelesaian Rumah Sakit Limbangan juga dapat dipercepat.
“Kalau anggarannya mendukung lebih cepat, tentu pelaksanaan penyelesaiannya juga akan lebih cepat,” ujarnya.
Dr. Leli menegaskan, pembangunan rumah sakit tersebut merupakan kebutuhan penting mengingat Kabupaten Garut masih memerlukan penambahan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Garut masih kekurangan rumah sakit. Karena itu pemerintah memiliki komitmen untuk menghadirkan Rumah Sakit Limbangan agar nantinya dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterlambatan penyelesaian proyek tidak terlepas dari sejumlah kondisi yang berada di luar perencanaan awal. Pandemi COVID-19 pada 2020–2021 menyebabkan sebagian anggaran dialihkan untuk penanganan pandemi. Selain itu, kebijakan efisiensi anggaran pada tahun-tahun berikutnya juga turut memengaruhi kelanjutan pembangunan.
“Awalnya perencanaannya berjalan normal. Namun kemudian terjadi pandemi COVID-19 sehingga ada perpindahan alokasi anggaran. Setelah itu juga ada efisiensi anggaran. Hal-hal tersebut berada di luar perkiraan saat perencanaan awal,” ungkapnya.
Masyarakat berharap pembangunan Rumah Sakit Limbangan dapat segera diselesaikan sehingga dapat memperluas akses layanan kesehatan bagi warga Garut, khususnya wilayah Garut Utara, sekaligus mengurangi beban pelayanan di rumah sakit yang telah beroperasi.
Sumber: Wawancara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dr. Leli, dikutip dari konten yang diunggah akun TikTok Si Mata Gajah.***

