in

Waspada! Kasus PMK Kembali Merebak di Garut

_Diskannak Garut Perketat Kontrol Pembelian Ternak_

Kasus PMK di Garut

GARUTEXPO–  Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali terjadi di Kabupaten Garut, khususnya di Kecamatan Cilawu, Wanaraja, Leles, dan Malangbong. Kasus ini diduga berasal dari ternak baru yang dibeli di luar pasar ternak Garut tanpa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Meski demikian, Diskannak berhasil mengendalikan situasi dengan penanganan cepat.

“Kasus PMK kembali muncul karena ternak baru dibeli dari luar tanpa pemeriksaan kesehatan dari dokter hewan berwenang, menyebabkan penyakit ini masuk ke daerah Garut. Ternak tersebut dibeli untuk tujuan Idul Qurban,” ungkap Beni Yoga Gunasantika, Kepala Diskannak Garut, Sabtu, 10 Februari 2024.

Langkah-langkah penanganan melibatkan vaksinasi PMK pada ternak sehat, pengobatan ternak yang sakit, penerapan biosecurity, dan peningkatan kewaspadaan melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat.

Beni juga mengimbau masyarakat dan peternak untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan vaksinasi pada ternak sehat, memberikan pakan berkualitas, dan membeli ternak dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Para pelaku usaha peternakan juga diminta mematuhi regulasi terkait pengawasan lalu lintas hewan.

“Para Unit Pelaksana Tugas (UPT) Wilayah diharapkan menjaga lalulintas ternak dengan memastikan ternak dilengkapi SKKH. Masyarakat juga diimbau membeli daging sapi dari rumah potong hewan yang diawasi pemerintah,” imbuh Beni.

Lanjut Beni, Jika ditemukan gejala PMK, masyarakat diminta segera melaporkan ke UPT wilayah Diskannak, UPT Puskeswan, atau bidang kesehatan hewan. Diskannak berharap langkah-langkah ini dapat mengendalikan penyebaran PMK dan menjaga kesehatan ternak serta masyarakat Garut.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Rd. H. Aas Kosasih, SAg, MSi, Siap Maju Pada Pilkada Garut Tahun 2024

Sambangi LCM, Bukti Komitmen Anies Dukung Produk Lokal