Garutexpo.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meradang setelah menemukan adanya praktik pungutan liar dan pemotongan dana bantuan pertanian yang seharusnya diterima gratis oleh para petani di berbagai daerah. Dalam pernyataan yang beredar melalui kanal YouTube Merdeka.com dan viral di media sosial, Amran menegaskan telah mencabut izin serta memberhentikan tidak hormat sedikitnya 90 orang oknum yang terlibat.
Amran mengungkapkan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dialokasikan untuk 99 titik, serta bantuan traktor, benih, dan bibit bernilai triliunan rupiah, ternyata dijadikan ladang keuntungan oleh sejumlah pihak, termasuk diduga melibatkan orang luar kementerian.
“Saat ditanya, ada yang sampai menangis dan mengaku sudah mengambil uang dari petani karena khilaf. Kalau sekali mungkin bisa dibilang hilaf, tapi ini bolak-balik ambil uang dari petani,” tegas Amran dengan nada tinggi.
Dalam video yang beredar, seorang oknum staf Kementerian Pertanian bahkan mengaku sebagai pejabat eselon hingga dirjen ketika turun ke lapangan. Oknum tersebut diduga memungut biaya dari bantuan traktor untuk 21 titik di seluruh Indonesia, dengan nilai pungutan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
“Petani itu sudah sulit hidupnya, jangan dibikin makin berat. Ada bantuan traktor, bibit, dan benih yang diberikan gratis malah dimintai biaya pengambilan,” ujar Amran dengan tegas.
Atas temuan ini, Amran langsung memecat oknum tersebut secara tidak hormat dan menyerahkannya kepada aparat penegak hukum untuk diproses lebih lanjut.
“Sudah menipu rakyat, menipu petani. Semua bantuan itu gratis, tidak boleh ada pungutan apa pun,” kata Amran.
Amran juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Indonesia yang telah berani melapor melalui kanal “Lapor Pak Amran”. Dari 2.890 laporan yang masuk dalam satu minggu, baru 500 laporan yang berhasil ditindaklanjuti.
“Kami sangat berterima kasih kepada rakyat Indonesia. Ini jasa besar rakyat untuk negara. Lapor Pak Amran membuahkan hasil,” ucapnya.
Amran menegaskan akan terus mengusut seluruh oknum yang bermain dalam program bantuan Presiden untuk petani.
“Jangan main-main. Kami akan terus cari siapa pun yang bermain. Akan dipecat dan dikirim ke penegak hukum,” tegasnya.(AR)


