Garutexpo.com — Layanan pendidikan di SMPN 2 Bayongbong, Kabupaten Garut, dinilai kurang optimal. Pasalnya, hampir satu tahun terakhir sekolah tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah. Hal ini diungkapkan Ketua Komite SMPN 2 Bayongbong, Naryana, Senin (6/4).
Naryana menegaskan bahwa pelaksana tugas tidak seefektif kepala sekolah definitif, terutama dalam aspek kehadiran dan pengawasan kegiatan di sekolah. Ia menyebut, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh jabatan rangkap yang diemban Plt kepala sekolah.
” Tanggung jawab seorang Plt tidak akan sama dengan kepala sekolah definitif, paling tidak dari sisi kehadiran,” ujar Naryana seraya menambahkan, bahwa kehadiran Plt di sekolah paling 2 hari dalam seminggu.
Menurutnya, keterbatasan kehadiran tersebut berdampak pada kurang maksimalnya pengawasan proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Sebelumnya, SMPN 2 Bayongbong sempat dipimpin oleh Plt Kepala Sekolah, H. Apip selama dua periode atau sekitar enam bulan. Setelah itu, posisi tersebut kembali diisi oleh Plt lain, yakni Ateng Ali Hasyim yang juga menjabat sebagai kepala sekolah di SMPN 1 Singajaya.
“Apalagi Plt yg sekarang, tugas utamanya Sebagai KS di SMPN 1 Singjaya sangat jauh,” terang Naryana.
Sebagai Ketua Komite Sekolah, Naryana mengaku telah mempertanyakan kondisi tersebut kepada Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Teguh Imam Pribadi, melalui pesan WhatsApp. Namun, menurutnya, respons yang diterima hanya berupa jawaban singkat tanpa penjelasan lebih lanjut. Kepala Bidang SMP hanya menjawab “Muhun”.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, SMPN 2 Bayongbong telah mengalami pergantian kepala sekolah hingga enam kali.
“Saya khawatir kuwalitas siswa jadi menurun akibat gonta-ganti kepala sekolah, serta belum adanya kepala sekolah yg depinitif,” pungkasnya.***












