in

Viral Lewat Lagu “Jabar Istimewa”, Nasib Seniman Jalanan Asal Garut Ini Justru Kian Terpuruk, Diusir Kontrakan dan Hidup Terlunta

Garutexpo.com – Nasib pilu dialami Mang Didin (46), seorang seniman jalanan asal Kabupaten Garut yang belakangan viral berkat karya lagunya bertajuk “Jawa Barat Istimewa” dan “Jabar Ngahiji”. Di balik popularitas yang sempat mengangkat namanya di jagat media sosial, Mang Didin justru harus kembali menghadapi kenyataan pahit: diusir dari kontrakan untuk kedua kalinya.

Peristiwa tersebut terjadi setelah Mang Didin terlambat membayar uang sewa selama satu minggu. Tanpa banyak pilihan, ia kini kembali hidup di jalanan, berjuang bertahan di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit.

Kehidupan Didin memang jauh dari kata layak. Sebagai pengamen jalanan, penghasilannya tidak menentu. Bahkan, ia mengaku kerap menahan lapar hingga berhari-hari karena tidak mendapatkan uang dari hasil mengamen.

“Kadang sehari dapat, kadang tidak sama sekali. Pernah juga sampai beberapa hari tidak makan,” ungkapnya lirih.

Tak hanya persoalan ekonomi, Mang Didin juga harus menghadapi kenyataan pahit dalam kehidupan pribadinya. Ia telah lama menduda setelah sang mantan istri memilih berpisah karena tidak kuat menjalani hidup dalam kesulitan. Kini, mantan istrinya telah menikah lagi.

Di tengah kondisi tersebut, Didin harus tetap kuat demi ketiga anaknya. Namun, karena keterbatasan tempat tinggal, saat ini anak-anaknya terpaksa menumpang hidup di rumah teman-temannya.

“Saya ingin anak-anak tetap punya tempat yang aman, walaupun saya sendiri harus di jalan,” kata Didin Kepada garutexpo.com, Ahad, 3 Mei 2026.

Meski hidup dalam keterbatasan, Mang Didin tetap berkarya. Selain lagu “Jawa Barat Istimewa” dan “Jabar Ngahiji”, ia juga dikenal lewat karyanya yang berjudul “Garut Hebat”. Lagu-lagunya bahkan telah dinikmati oleh jutaan masyarakat Indonesia.

Namun ironisnya, popularitas tersebut belum mampu mengubah nasib hidupnya. Ia masih harus berjuang dari hari ke hari, tanpa kepastian tempat tinggal maupun penghasilan.

Mang Didin berharap, karya-karya yang ia ciptakan bisa mendapatkan perhatian dari pihak terkait, termasuk Gubernur Jawa Barat yang kerap disapanya dalam lagu.

“Saya hanya berharap ada yang mendengar dan peduli. Mudah-mudahan dari lagu ini ada jalan rezeki untuk saya dan anak-anak,” harapnya.

Hingga kini, Mang Didin masih terlunta-lunta mencari tempat berteduh, sementara harapan terus ia gantungkan pada karya musik yang menjadi satu-satunya jalan hidupnya.***

Ditulis oleh Kang Zey

Suara yang Tak Bisa Lagi Dibungkam! GMNI Garut Angkat Realita Pahit Buruh Perempuan di Momentum May Day

Lolos UKW dengan Hasil Memuaskan, H. Ujang Slamet Tegaskan Pentingnya Profesionalitas Wartawan