Garutexpo.com – Modus penipuan berkedok rekrutmen kerja kembali memakan korban. Kali ini, dugaan praktik percaloan tenaga kerja yang mengatasnamakan PT Ultimate Noble Indonesia (UNI) Cibatu Garut berhasil dibongkar jajaran Polsek Cibatu Polres Garut setelah sejumlah warga melapor mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Kasus tersebut mencuat setelah para korban tergiur tawaran bisa masuk bekerja di salah satu perusahaan di wilayah Cibatu melalui postingan media sosial Facebook pada awal April 2026 lalu.
Kapolsek Cibatu, Amirudin Latif mengatakan, pelaku diduga menggunakan akun Facebook Lite bernama “Tri Herdiansyah” untuk mencari calon korban. Setelah itu, komunikasi dilanjutkan melalui inbox Facebook dan WhatsApp.
“Pelaku diduga menggunakan email yang mengatasnamakan PT Ultimate Noble Indonesia untuk meyakinkan para korban. Pembayaran dilakukan melalui rekening bank dan aplikasi dana atas nama Taufik Hidayat,” ujar Kapolsek, Kamis (07/05/2026).
Dalam aksinya, terduga pelaku meminta sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi dan proses penerimaan kerja. Para korban yang percaya kemudian mentransfer uang secara bertahap dengan harapan bisa segera diterima bekerja.
Namun setelah hampir satu bulan menunggu, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung ada kejelasan. Korban pun mulai menyadari telah menjadi sasaran penipuan.
Sejauh ini, sedikitnya empat warga telah resmi melapor ke Polsek Cibatu dengan total kerugian mencapai jutaan rupiah. Polisi juga telah mengantongi identitas terduga pelaku berinisial T.H. (25), warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.
“Kami telah melakukan sejumlah tindakan kepolisian di antaranya menerima laporan korban, mengumpulkan barang bukti, mendata saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Garut untuk penanganan perkara lebih lanjut,” tambah AKP Amirudin Latif.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya modus penipuan lowongan kerja di media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan pekerjaan dengan meminta sejumlah uang. Pastikan informasi lowongan kerja berasal dari sumber resmi perusahaan,” paparnya.***


