in

Mak Emot Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Diduga Tak Pernah Tersentuh Bantuan, Aduan Warga Soroti Pelayanan Aparatur Desa Sukamulya

Garutexpo.com – Kondisi memprihatinkan dialami seorang lansia bernama Mak Emot (79), warga Kampung Cihuni RT 02 RW 02, Desa Sukamulya, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut. Di usia senjanya, Mak Emot disebut hidup sebatang kara di rumah yang nyaris roboh dan diduga belum pernah mendapatkan bantuan sosial maupun program perbaikan rumah dari pemerintah.

Ketua Pemuda Akhir Zaman Kabupaten Garut, Abah Muda 212, menyampaikan laporan dan pengaduan kepada instansi terkait terkait kondisi kehidupan Mak Emot yang dinilai sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah maupun pihak terkait lainnya.

Menurut Abah Muda, Mak Emot selama ini bertahan hidup dari belas kasih para tetangga sekitar untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Sementara kondisi rumah yang ditempati disebut sudah tidak layak huni dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan penghuninya.

“Atas dasar kemanusiaan dan kepedulian sosial, saya berinisiatif membantu agar Mak Emot bisa mendapatkan bantuan RUTILAHU. Saya mencoba menghubungi pihak desa untuk membantu pembuatan proposal pengajuan bantuan,” ungkap Abah Muda kepada Garutexpo.com, Kamis (21/5/2026).

Namun, upaya tersebut disebut mengalami hambatan. Abah Muda mengaku kesulitan mendapatkan nomor Kepala Desa Sukamulya dan hanya memperoleh kontak Sekretaris Desa (Sekdes). Saat mencoba berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp untuk membahas bantuan bagi Mak Emot, ia mengaku tidak mendapatkan respons yang baik.

“Bahkan diduga nomor saya langsung diblokir tanpa ada penjelasan maupun komunikasi lanjutan,” ujarnya.

Merasa persoalan tersebut menyangkut pelayanan publik dan nasib warga kurang mampu, Abah Muda kemudian menyampaikan aduan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut agar dilakukan pembinaan terhadap aparatur desa terkait pelayanan kepada masyarakat.

Dalam laporannya, ia meminta agar Pemerintah Desa Sukamulya segera melakukan pendataan terhadap Mak Emot serta mengusulkan bantuan sosial maupun program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU).

Selain itu, Abah Muda berharap aparatur desa dapat meningkatkan komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya terhadap pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial terhadap warga kecil.

“Kondisi rumah Mak Emot dinilai sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan tindakan cepat dari instansi terkait sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Sukamulya terkait aduan tersebut.***

Ditulis oleh Kang Zey

Polemik 42 Korwil Memanas, Dewan Pendidikan Minta Disdik Garut Berhenti Tutup Mata dan Telinga