in

PTN Semakin Berkembang, PTS di Daerah Termasuk Garut Semakin Tertinggal

Foto: Dr. Dadang Syafarudin, S.E., MM Dosen STIE Yasa Anggana Garut.

Garutexpo.com – Dunia pendidikan tinggi nasional saat ini memperlihatkan ketimpangan perkembangan yang cukup terasa antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di daerah. Jika PTN terus memperluas kapasitas, meningkatkan fasilitas, dan memperkuat daya tariknya, maka kondisi yang sebaliknya justru dialami oleh PTS yang ada di berbagai wilayah, termasuk sejumlah perguruan tinggi swasta yang beroperasi di Kabupaten Garut.

Dalam beberapa tahun terakhir, tercatat adanya kecenderungan penurunan jumlah pendaftar mahasiswa baru di PTS Garut. Kondisi ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan:

✅ Sistem Penerimaan di PTN
Jalur seleksi mandiri yang diselenggarakan PTN mampu menampung hingga 50 persen dari total kuota yang tersedia. Hal ini membuat banyak calon mahasiswa asal Garut dan sekitarnya memilih menunda pendaftaran ke PTS, dengan harapan masih memiliki kesempatan diterima di perguruan tinggi negeri. Akibatnya, proses penerimaan mahasiswa di PTS menjadi tidak menentu dan sulit direncanakan dengan matang.

✅ Rentang Waktu Seleksi yang Panjang
Tahapan seleksi yang dilaksanakan PTN memakan waktu cukup lama. Kondisi ini menyulitkan PTS di Garut untuk menyusun jadwal, strategi promosi, dan penentuan kebijakan penerimaan yang tepat waktu, sehingga sering kali kehilangan momentum dalam menjaring calon mahasiswa.

✅ Kendala Pembiayaan dan Mutu
Sebagian besar PTS di Garut termasuk dalam kategori perguruan tinggi berskala menengah hingga kecil. Mereka harus menanggung sendiri seluruh biaya operasional, pengembangan sarana prasarana, serta biaya pemenuhan syarat akreditasi yang nilainya tidak sedikit. Berbeda dengan PTN yang mendapatkan dukungan keuangan rutin melalui skema Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), PTS belum memiliki sumber pendanaan serupa yang terjamin.

✅ Keterbatasan Dukungan Pemerintah Daerah
Meskipun Pemerintah Kabupaten Garut memiliki keinginan untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan tinggi di wilayahnya, langkah nyata tersebut masih terhambat. Hal ini disebabkan belum tersedianya peraturan atau dasar hukum yang jelas dan kuat sebagai landasan pemberian bantuan, fasilitas, atau dukungan lain bagi perkembangan PTS lokal.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama. Agar pendidikan tinggi di Garut dapat berkembang secara seimbang dan merata, diperlukan penyesuaian sistem dan kebijakan yang lebih adil. Dengan dukungan yang memadai, PTS di Garut dapat terus meningkatkan kualitasnya, sehingga masyarakat tetap memiliki pilihan akses pendidikan tinggi yang layak, terjangkau, dan berkualitas tanpa harus pergi ke luar daerah.

Ditulis oleh: Dr. Dadang Syafarudin, S.E., MM
Dosen STIE Yasa Anggana Garut.

Ditulis oleh Kang Zey

Bukan Soal Potensi, Tapi Cara Berpikir: PM GATRA Sebut Kesadaran Jadi Kunci Perjuangan Garut Utara

Ketua Alumni Pascasarjana UNIGA Serukan Kolaborasi untuk Dongkrak Wirausaha Garut