Garutexpo.com – Ketua Umum Alumni Pascasarjana Universitas Garut (UNIGA), Arif Ulumuddin, S.IP., M.MAP., menyerukan pentingnya konsolidasi dan kolaborasi lintas alumni sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kabupaten Garut.
Seruan tersebut disampaikan Arif saat menghadiri kegiatan “Innovation & Entrepreneurship Series” yang dirangkaikan dengan Temu Alumni Magister Manajemen (MM) UNIGA, yang berlangsung secara hibrida, Sabtu (27/6/ 2026).
Dalam sambutannya, Arif memberikan apresiasi kepada kepengurusan Ikatan Alumni Magister Manajemen (IA MM) UNIGA periode 2025–2027 di bawah kepemimpinan Muhammad Nur Riko Putra, S.T., M.M. yang dinilai berhasil menghadirkan program inovatif dengan mempertemukan dunia akademik dan praktisi bisnis.
Menurutnya, alumni perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi melalui aksi nyata.
“Ikatan Alumni di tingkat Pascasarjana harus menjadi payung besar yang memfasilitasi dan mendorong setiap program studi untuk bergerak progresif. Apa yang dilakukan alumni MM UNIGA hari ini membuktikan bahwa kita tidak lagi sekadar berkumpul untuk bernostalgia, tetapi telah bergerak menuju aksi nyata yang memberikan dampak bagi sektor riil,” ujar Arif.

Kolaborasi Strategis dengan TDA Garut
Salah satu momentum penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Ikatan Alumni MM UNIGA dan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Daerah Garut.
Arif menilai kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat jejaring alumni dengan komunitas bisnis nasional, sekaligus membuka peluang lahirnya berbagai inovasi kewirausahaan di Garut.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana modal sosial (social capital) dapat dioptimalkan untuk memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.
“Penandatanganan MoU antara Uda Riko mewakili Alumni MM dan Pak Taofik Hidayat dari TDA Garut merupakan contoh konkret bagaimana modal sosial diaktifkan secara masif. Kita menggabungkan kekuatan riset ilmiah dari kampus dengan kelincahan ekosistem pengusaha yang dimiliki TDA. Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing wirausaha di Kabupaten Garut,” jelasnya.
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak sepakat menyelenggarakan berbagai program bersama, mulai dari seminar kewirausahaan, talkshow bisnis, bazar dan pameran UMKM, hingga kompetisi inovasi bisnis tingkat daerah.
Pascasarjana UNIGA Dorong Lulusan Berdaya Saing
Dukungan terhadap langkah kolaboratif tersebut juga datang dari Direktur Pascasarjana UNIGA, Dr. Gugun Geasan Akbar, M.Si., yang menegaskan bahwa Program Studi Magister Manajemen sejak awal dirancang sebagai program unggulan yang mampu mencetak lulusan dengan kompetensi bisnis yang kuat.
Hal itu diperkuat melalui paparan dua alumni sukses MM UNIGA yang menjadi narasumber, yakni Dian Aryanti, S.Pd., M.M., CEO PT Amanah Persada Alam (Ciomy), yang membahas strategi pertumbuhan usaha berkelanjutan melalui redefinisi model bisnis.
Sementara itu, Muhammad Nur Riko Putra, S.T., M.M., Direktur CV Rindang Jaya Sentosa, memaparkan konsep ketahanan bisnis berbasis Islamic Social Capital dengan mengedepankan nilai ta’awun atau semangat saling menolong sebagai fondasi pengembangan usaha.
Alumni Harus Menjadi Lokomotif Kebaikan
Menutup kegiatan tersebut, Arif kembali mengajak seluruh alumni Pascasarjana UNIGA lintas angkatan untuk menyatukan potensi, keahlian, dan jejaring yang dimiliki demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian dan kontribusi nyata, sejalan dengan nilai Khairunnas anfa’uhum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.
“Mari kita jadikan wadah Alumni Pascasarjana ini sebagai lokomotif kebaikan. Kami di tingkat pusat akan terus mengawal, memfasilitasi, dan membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya agar semakin banyak program yang menyentuh masyarakat serta mendukung pembangunan Kabupaten Garut secara berkelanjutan,” tandas Arif Ulumuddin.***


