Garutexpo.com — Nama Ketua Pemuda Akhir Zaman, Abah Muda, diduga dicatut oleh seseorang untuk melakukan aksi penipuan dengan menghubungi sejumlah aparatur Pemerintah Kabupaten Garut melalui aplikasi WhatsApp.
Pelaku diduga menggunakan nama dan foto Abah Muda pada akun WhatsApp yang kemudian digunakan untuk menghubungi pejabat pemerintahan dan meminta sejumlah uang.
Aksi tersebut terungkap setelah Abah Muda mendapat telepon dari salah seorang kepala dinas dan camat di Kabupaten Garut. Keduanya mengonfirmasi adanya nomor WhatsApp yang menghubungi mereka dan mengaku sebagai Abah Muda.
Dalam komunikasi tersebut, nomor yang mengatasnamakan Abah Muda diduga meminta sejumlah uang kepada para pejabat yang dihubungi.
Merasa identitasnya telah disalahgunakan, Abah Muda kemudian mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Respons polisi pun berlanjut hingga pelaku berhasil diidentifikasi dan diamankan. Saat ini, orang yang diduga menggunakan identitas Abah Muda tersebut telah menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, pelaku juga sebelumnya berstatus sebagai terlapor dalam perkara dugaan penggelapan dan/atau penipuan. Namun, proses hukum terhadap perkara tersebut tetap menjadi kewenangan penyidik dan harus dibuktikan berdasarkan alat bukti yang sah.
Abah Muda Beri Klarifikasi
Untuk mencegah semakin banyak pihak menjadi korban, Abah Muda kemudian membuat video klarifikasi yang ditujukan kepada seluruh aparatur pemerintahan di Kabupaten Garut.
Dalam klarifikasinya, Abah Muda menegaskan bahwa nomor WhatsApp yang menggunakan nama dan fotonya untuk meminta uang bukanlah nomor miliknya.
Ia juga menyampaikan bahwa terdapat aparatur pemerintahan yang disebut telah memberikan uang hingga jutaan rupiah kepada nomor tersebut karena mengira komunikasi itu benar-benar dilakukan oleh dirinya.
Abah Muda meminta masyarakat dan aparatur pemerintahan tidak langsung percaya terhadap pesan atau permintaan uang yang mengatasnamakan dirinya.
“Kalau ada yang menghubungi dan mengatasnamakan saya, apalagi meminta uang, mohon dikonfirmasi terlebih dahulu melalui kontak resmi,” demikian imbauan Abah Muda dalam klarifikasinya, Ahad, 27 September 2026.
Menurutnya, verifikasi menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya penipuan dengan modus pencatutan nama dan identitas melalui aplikasi pesan instan.
Ia berharap proses hukum terhadap pelaku berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan memberikan kepastian hukum atas dugaan penyalahgunaan identitas tersebut.
Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat maupun aparatur pemerintahan agar tidak mudah percaya terhadap akun atau nomor WhatsApp yang menggunakan nama dan foto seseorang, terutama ketika komunikasi tersebut disertai permintaan transfer uang.
Abah Muda berharap tidak ada lagi pihak yang menjadi korban akibat penyalahgunaan nama, foto, maupun identitas seseorang di media sosial dan aplikasi pesan instan.(*)

