Garutexpo.com — Kejuaraan Renang Piala Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Garut Satu 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga antarpelajar, tetapi diharapkan menjadi wadah pembinaan berkelanjutan untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet renang berbakat sejak usia dini.
Ketua Panitia Kejuaraan Renang Piala Kadisdik Garut Satu 2026, Asep Nurjaman, S.Pd, M.M, mengatakan kegiatan tersebut memiliki visi jangka panjang. Ia berharap kejuaraan renang antarpelajar ini dapat dilaksanakan secara rutin dan menjadi event tahunan di Kabupaten Garut.
“Kejuaraan ini jangan hanya berhenti sebagai sebuah perlombaan. Kami ingin Piala Kadisdik Garut menjadi agenda tahunan yang konsisten untuk menjaring bibit-bibit atlet berbakat sejak usia dini,” ujar Asep kepada Garutexpo.com, Ahad, 4 Oktober 2026.
Menurutnya, pembinaan atlet pelajar tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan teknis dan pencapaian medali. Lebih dari itu, olahraga harus menjadi sarana membangun karakter, kedisiplinan, sportivitas, mental juara, serta tanggung jawab peserta didik.
“Anak-anak harus dibentuk bukan hanya menjadi atlet yang berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Disiplin, sportif, percaya diri, mampu bekerja keras dan menghargai lawan merupakan bagian penting dari pendidikan olahraga,” katanya.
Asep menegaskan, prestasi olahraga dan pendidikan harus berjalan beriringan. Karena itu, kejuaraan tersebut diharapkan dapat mendorong para pelajar untuk tetap memiliki semangat dalam meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik.
“Prestasi akademik dan nonakademik harus berjalan bersama. Anak yang memiliki bakat olahraga harus tetap mendapatkan pendidikan yang baik. Begitu pula siswa yang berprestasi secara akademik harus memiliki ruang untuk mengembangkan potensi nonakademiknya,” ungkapnya.
Ia menilai, olahraga renang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di kalangan pelajar Garut. Dengan pembinaan yang terarah dan kompetisi yang dilakukan secara rutin, potensi atlet-atlet muda dapat dipantau sejak dini.
Kejuaraan Piala Kadisdik Garut Satu 2026 juga diharapkan menjadi bagian dari proses talent scouting untuk melihat potensi atlet yang nantinya dapat dibina menuju tingkat yang lebih tinggi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional maupun internasional.
“Dari event seperti inilah kita bisa melihat potensi-potensi baru. Siapa tahu dari kolam renang ini lahir atlet yang nantinya membawa nama baik Garut di tingkat Jawa Barat, nasional bahkan internasional,” tutur Asep.
Ia menambahkan, keberlanjutan kejuaraan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, sekolah, guru, orang tua, klub renang, pelatih, hingga masyarakat.
Menurutnya, sinergi tersebut penting agar pembinaan atlet pelajar tidak berjalan secara parsial. Sekolah memiliki peran dalam pendidikan, pelatih mengembangkan kemampuan teknis, orang tua memberikan dukungan moral, sementara pemerintah dan pemangku kepentingan dapat memperkuat ekosistem pembinaan serta kompetisi.
“Kalau semua bergerak bersama, kita bukan hanya melahirkan juara lomba, tetapi membangun ekosistem pembinaan atlet pelajar yang berkelanjutan,” tegasnya.
Asep berharap Piala Kadisdik Garut Satu dapat menjadi salah satu kalender olahraga pendidikan di Kabupaten Garut dan terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Target kami sederhana tetapi besar: bagaimana anak-anak Garut memiliki ruang untuk berkompetisi, berkembang, berprestasi dan membangun karakter sejak usia dini. Piala Kadisdik Garut Satu harus menjadi bagian dari perjalanan itu,” pungkasnya.
Dengan semangat menjaring talenta, membentuk karakter, dan mengukir prestasi, Kejuaraan Renang Piala Kadisdik Garut Satu 2026 diharapkan tidak sekadar menghasilkan pemenang di podium, tetapi menjadi langkah awal dalam mencetak generasi muda Garut yang sehat, disiplin, berkarakter dan berprestasi.(*)


