in

Budayawan Garut Prihatin Peninggalan Sejarah Beralih Fungsi, Harapkan Dukungan Pemimpin yang Peduli

Nurseno SP Utomo, Budayawan Kabupaten Garut

GARUTEXPO – Perkembangan zaman yang semakin pesat membuat banyak masyarakat kurang peduli terhadap peninggalan sejarah. Hal ini terlihat dari banyaknya gedung bersejarah yang dialihfungsikan menjadi kafe, tempat berjualan, atau bahkan dibiarkan mangkrak tanpa pemeliharaan.

Kondisi ini menggugah salah seorang budayawan Garut, Nurseno SP Utomo, untuk mengajak masyarakat dan pemerintah melestarikan peninggalan sejarah yang ada.

“Saya sangat prihatin melihat gedung-gedung bersejarah yang dialihfungsikan, bahkan ada yang mangkrak tidak diurus. Padahal, peninggalan tersebut sangat berharga agar generasi sekarang dapat mengetahui sejarah kita,” ujar Nurseno, Kamis, 22 Agustus 2024.

Nurseno mencontohkan salah satu gedung heritage di Kabupaten Garut yang dulunya digunakan sebagai bioskop. Saat ini, gedung tersebut direncanakan akan dialihfungsikan menjadi tempat berjualan, sesuatu yang sangat disayangkan oleh Nurseno. Gedung tersebut, yang dibangun pada masa penjajahan, merupakan tempat pertama kalinya masyarakat Garut dapat menikmati sinema.

Selain itu, Nurseno berharap pemerintah daerah, baik di Kabupaten Garut maupun di Provinsi Jawa Barat, dapat lebih peduli dan berkomitmen menjaga gedung-gedung bersejarah.

“Saya mendukung calon gubernur seperti Dedi Mulyadi yang peduli terhadap sejarah dan budaya di Jawa Barat. Semoga dengan adanya pemimpin yang peduli, gedung-gedung bersejarah bisa terawat dengan baik,” pungkas Nurseno SP Utomo.(Aws)

Ditulis oleh Kang Zey

Dedikasi Luar Biasa, Aiptu Amaludin Raih Penghargaan Polisi RW Tingkat Polda Jabar

Sekda Garut Buka Forum Smart City, Fokus Evaluasi dan Penetapan Quick Win 2025