in

KDM di Garut: Pemimpin Harus Punya Nyali, Daerah Tertata Jadi Kunci Pariwisata dan PAD

Foto: KDM saat Apel Gabungan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-107, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-76, dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke-65 tingkat Provinsi Jawa Barat di Alun-Alun Garut pada Rabu (24/6/2026).

Garutexpo.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa keberanian seorang pemimpin menjadi faktor utama dalam membentuk karakter pasukan di lapangan. Menurutnya, pasukan yang tangguh lahir dari komandan yang memiliki keberanian dan ketegasan dalam mengambil keputusan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) saat memimpin Apel Gabungan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-107 Pemadam Kebakaran (Damkar), HUT ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan HUT ke-65 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di Alun-Alun Garut, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta ribuan personel Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Dalam amanatnya, KDM menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas dan berani dalam mendukung tugas-tugas pelayanan masyarakat serta penegakan ketertiban di lapangan.

“Kenapa? Karena pasukan itu tergantung komandan. Kalau komandannya punya nyali berani maka pasukan itu akan menjadi pasukan berani mati. Tapi kalau komandannya tidak berani maka pasukannya semuanya akan cari aman,” tegas KDM di hadapan peserta apel.

Menurutnya, kualitas pasukan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan personel, tetapi juga oleh keteladanan dan keberanian pemimpin dalam mengambil sikap. Karena itu, ia mendorong para pimpinan Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas untuk menjadi teladan yang mampu membangun mental disiplin dan keberanian anggotanya.

Selain menyoroti aspek kepemimpinan, KDM juga menekankan pentingnya penataan wilayah yang tertib, bersih, dan indah sebagai modal utama dalam meningkatkan daya saing daerah.

Ia menilai kawasan Alun-Alun Garut memiliki nilai estetika yang tinggi dan berpotensi menjadi ikon wisata apabila ditata secara lebih optimal, termasuk keberadaan bangunan-bangunan bersejarah di sekitarnya.

“Saya berdiri pada sebuah tempat yang menurut saya sangat estetik manakala seluruh ruang dan wilayahnya ditata dan dirapikan. Di depan ada Balai Niskala peninggalan kolonial yang masih tertata. Kawasan ini bisa ditata dengan sangat baik,” ujarnya.

KDM menegaskan bahwa menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan lingkungan merupakan bagian penting dari tugas Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda). Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pemerintah daerah ke depan adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah berbagai perubahan regulasi dan kondisi ekonomi.

Menurutnya, sektor pariwisata, hotel, dan restoran memiliki peluang besar menjadi sumber pendapatan daerah apabila didukung oleh lingkungan yang nyaman dan menarik bagi wisatawan.

“Bayangin, kita bisa menciptakan ruang yang indah, ruang yang bersih, ruang yang tertata, ruang yang terkelola, ruang yang estetik dan kita mendapatkan uang dengan riang gembira. Syarat daerah dikunjungi, syarat daerah menjadi pusat pariwisata adalah daerah itu tertata, tertib, dan indah,” katanya.

KDM juga membagikan pengalamannya selama menjabat sebagai Wakil Bupati, Bupati, hingga Gubernur Jawa Barat. Dalam setiap jenjang kepemimpinan tersebut, Satpol PP selalu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan ketertiban umum melalui sinergi bersama TNI dan Polri.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Damkar dan Satlinmas yang selama ini konsisten hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman kepada masyarakat.

Apel gabungan tersebut berlangsung khidmat dan menjadi momentum memperkuat sinergi antara Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas dalam mendukung terciptanya ketertiban, keamanan, serta kenyamanan masyarakat Jawa Barat.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Miris! Dalam Enam Bulan, 4.129 Pasangan di Garut Bercerai, Gugatan Didominasi Kaum Perempuan