in

Kenaikan Harga Bahan Pokok di Garut: Kadis Disperindag Ungkap Penyebab dan Langkah-Langkah Selanjutnya

Harga Bahan Pokok Naik

GARUTEXPO– Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut, Ridwan Effendi, menyatakan kekhawatiran atas kenaikan harga beberapa bahan pokok, terutama beras, di Kabupaten Garut.

“Beberapa faktor penyebabnya, dari informasi yang kami himpun, baik dari Dinas Pertanian maupun dari para pedagang sendiri, ini tidak terlepas dari pengaruh El Nino tahun kemarin yang melanda hampir di sebagian besar wilayah Indonesia,” kata Ridwan Effendi Saat mengunjungi Pasar wisata Samarang, Selasa, 13 Februari 2023

Pengaruh El Nino tersebut berdampak pada pola tanam, khususnya padi. Tahun ini, hampir semua lahan tanam, terutama padi, menghadapi fase awal tanam pada bulan Januari-Februari. Fase panen diperkirakan akan berlangsung pada bulan April. “Ini akan berdampak kepada ketersediaan stok gabah,” tambah Ridwan.

Keterbatasan stok gabah ini dipicu oleh permintaan yang tidak berkurang, bahkan cenderung naik, terutama menjelang pesta demokrasi. “Para politisi memiliki kebutuhan untuk pemberian bantuan sosial pangan atau dalam mobilisasi. Pesta demokrasi ini memungkinkan memberikan pengaruh yang besar,” ungkapnya.

Ridwan Effendi menyampaikan harapannya agar terjadi kestabilan harga pasar. “Kita lihat dari beberapa aspek, terutama dari rantai pasok jalur distribusi,” ujarnya.

Pihaknya berharap adanya evaluasi pada rantai pasok, sehingga tidak ada keterlambatan pasokan dari distributor ke para pedagang di pasar.

Menanggapi kenaikan harga bahan pokok, Pj Bupati Garut Barnas Adjidin mengharapkan kestabilan harga pasar.

“Ada kestabilan harga pasar yang dilihat dari beberapa aspek, terutama dari rantai pasok jalur distribusi,” kata Pj Bupati Garut.

Terkait dengan operasi pasar, Ridwan Effendi menyebut akan dilakukan kajian dan bahasan setelah kunjungan lapangan.

“Kita akan bahas harapannya untuk melakukan operasi pasar. Kita akan kaji lebih jauh besaran dan waktunya, tentunya diharapkan bisa tepat,” jelasnya.

Ridwan Effendi juga menekankan pentingnya kebersihan di lingkungan pasar yang didukung oleh PJ Bupati Garut.

“Pentingnya kebersihan harus didukung oleh semua. Apabila ada unsur pimpinan yang peduli terhadap kebersihan, ini sudah menjadi kebutuhan,” tutur Ridwan Effendi.

Disperindag sendiri berkomitmen melakukan upaya berkelanjutan terhadap kebersihan, bahkan dengan mengevaluasi sarana perdagangan, khususnya di pasar.

Pasar Samarang, yang dikenal sebagai pasar wisata, juga mendapatkan perhatian khusus. “Kami pun memiliki program ke depan agar sampah dapat terkelola dengan baik,” kata Ridwan Effendi.

Pasar Samarang memiliki rooftop yang memamerkan pemandangan indah, termasuk gunung Cikurai, menjadikannya salah satu daya tarik wisata di Garut.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Ribuan Surat Suara Rusak di Garut Dimusnahkan

Kesiapan dan Kelancaran Pemilu 2024 di Jawa Barat Dibahas dalam Rapat Forkopimda