GARUTEXPO – Dalam rangka pencegahan dan penurunan prevalensi angka stunting, berbagai upaya dan langkah strategis terus dilakukan oleh Kepala Puskesmas (KAPUS) Citeras, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Puskesmas H. Solihin S.Kep Ners, saat di wawancarai media setelah selesai apel gabungan keliling di tiap desa yang ada di Kecamatan Malangbong, Senin, 08 Juli 2024.
“Alhamdulillah, bulan Juni kami melakukan gerakan serentak pencegahan dan intervensi stunting di 13 desa di wilayah Puskesmas Citeras Kecamatan Malangbong. Ini menghasilkan data riil karena penimbangan balita di semua wilayah kerja kami 100% dilakukan,” ujar H. Solihin.
Namun, agar upaya tersebut dapat mencapai hasil penurunan angka yang maksimal, dukungan dari kepala desa dan kader sangat dibutuhkan.
“Dengan dukungan kades dan kader, kami mendapatkan penurunan angka stunting sebesar 11,6%. Intervensi yang kami lakukan lebih tepat sasaran,” lanjutnya.
H. Solihin juga menyatakan bahwa gerakan stunting ini bertujuan untuk tidak hanya menangani balita stunting tetapi juga anak-anak yang mengalami kekurangan gizi.
“Langkah ke depan adalah kerjasama dengan forkopincam dan kepala desa, serta kepedulian desa terhadap stunting. Kami memiliki anggaran khusus dan Insya Allah akan kami laksanakan intervensi sesuai dengan jumlah balita stunting yang ada,” jelasnya.
Gerakan serentak di bulan Juli kemarin juga melibatkan kader di setiap desa. Kita tidak bisa bekerja tanpa dukungan kepala desa dan kader-kader. Kader menjadi garda terdepan dalam melaksanakan program stunting.
“Karena, penurunan stunting ini juga menjadi tanggung jawab bersama, baik dari masyarakat maupun stakeholder terkait, untuk bahu-membahu melakukan pencegahan stunting,” tegas H. Solihin.( Agus Sulaeman)






























