in

Musyawarah Cabang 2025 Jadi Titik Balik: Kwarcab Pramuka Garut Didorong Lakukan Transformasi Besar-besaran

Dr. Dadang, Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut.

Garuexpo.com — Momentum Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kabupaten Garut Tahun 2025 dinilai menjadi saat yang tepat untuk melakukan transformasi kelembagaan dan pembaruan gerakan kepramukaan agar lebih relevan dengan dinamika zaman. Hal itu disampaikan oleh Dr. Dadang Syafarudin, SE., MM, akademisi sekaligus anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, dalam pandangan reflektifnya terhadap arah pembinaan generasi muda di daerah.

Menurut Dr. Dadang, Gerakan Pramuka Garut memiliki potensi luar biasa untuk menjadi ujung tombak pembentukan karakter peserta didik. Berdasarkan data Kemendikdasmen tahun 2025, Kabupaten Garut memiliki 1.877 SD/sederajat, 741 SMP/sederajat, 289 SMA/sederajat, dan 170 SMK/sederajat, dengan total lebih dari 400 ribu peserta didik.

“Angka tersebut menunjukkan betapa besar basis kaderisasi yang bisa dibina melalui Pramuka. Jika dikelola secara profesional, kolaboratif, dan didukung penuh masyarakat pendidikan, Kwarcab Garut bisa menjadi mitra strategis Pemkab Garut dalam membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berjiwa nasionalis,” ujar Dr. Dadang, Jumat (17/10/2025).

Ia menilai, di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan sosial, Kwarcab Garut harus segera beradaptasi agar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda. Menurutnya, transformasi kepramukaan harus mencakup pembaruan tata kelola organisasi, metode pembinaan, serta pengembangan program inovatif.

“Pramuka masa kini tidak cukup hanya dikenal dengan kegiatan perkemahan dan baris-berbaris. Gerakan ini harus mengintegrasikan literasi digital, kepemimpinan sosial, dan inovasi kewirausahaan (Scoutpreneur) agar menjadi wadah yang inspiratif dan produktif,” jelasnya.

Dr. Dadang juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan dan modernisasi sistem manajemen di tubuh Kwarcab Garut. Langkah ini penting untuk memastikan setiap unsur, mulai dari Kwarcab, Kwarran, hingga Gugus Depan, memiliki arah pembinaan yang jelas dan terukur sesuai amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

“Penataan tata kelola yang transparan dan akuntabel, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta digitalisasi sistem informasi menjadi hal yang mutlak dilakukan,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya revitalisasi bumi perkemahan, peningkatan kapasitas pembina, dan penguatan anggaran di tingkat Kwartir Ranting sebagai langkah konkret untuk menopang keberlanjutan organisasi.

Dengan semangat Muscab 2025, Dr. Dadang berharap Kwarcab Garut dapat menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal kebangkitan dan transformasi Gerakan Pramuka Garut menuju organisasi yang adaptif, inspiratif, dan kontributif bagi pembangunan daerah serta pembentukan karakter generasi muda Garut yang unggul dan berdaya saing.

“Pramuka harus hadir sebagai gerakan pembaruan yang menjadi kebanggaan masyarakat Garut,” tandasnya.***

Ditulis oleh Kang Zey

Mediasi Panas di Bayongbong! Terkuak Dugaan NIK Ganda, Rokayah Bertahun-tahun Tak Pernah Terima BPNT Meski Namanya Terdaftar

Pasar Rakyat Jabar Juara Cisewu Mangkrak: Aset Rp3,4 Miliar Terbengkalai