in

Teror Paket “Siluman” di Samarang! Warga Ditagih Ratusan Ribu Tanpa Pernah Pesan, Ekspedisi Lempar Tanggung Jawab ke Seller

Garutexpo.com – Warga Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, dibuat geger setelah menerima kiriman paket misterius yang tidak pernah dipesan. Lebih mengejutkan lagi, penerima diminta membayar ratusan ribu rupiah untuk barang yang tidak jelas asal-usulnya.

Peristiwa tersebut dialami Hj. Tini, warga Samarang. Ia mengaku sama sekali tidak pernah melakukan transaksi pembelian, baik secara langsung maupun melalui platform belanja daring. Setelah memastikan kepada seluruh anggota keluarganya, tidak ada satu pun yang merasa memesan barang tersebut.

“Saya tidak pernah pesan apa-apa. Keluarga juga sudah ditanya, tidak ada yang beli. Tapi tiba-tiba datang paket dan harus bayar,” ungkapnya, Kamis (26/2/2026).

Tak hanya soal kiriman misterius, Hj. Tini juga mengaku kecewa setelah mengetahui harga barang yang ditagihkan cukup mahal, sementara kualitasnya dinilai sangat buruk. Ia merasa dirugikan dan mempertanyakan sistem pengiriman yang dinilainya janggal.

Ia juga menyayangkan sikap kurir yang dinilai tidak memberikan penjelasan detail mengenai isi paket sebelum meminta pembayaran. Menurutnya, seharusnya kurir menjelaskan terlebih dahulu jenis barang yang dikirim agar penerima bisa memastikan apakah benar melakukan pemesanan atau tidak.

Untuk mencari kejelasan, Hj. Tini mendatangi pihak ekspedisi yang mengirimkan paket tersebut, yakni GTL. Ia meminta penjelasan terkait kiriman yang dianggap mencurigakan tersebut.

Saat diwawancarai awak media Kabupaten Garut, Kamis (26/2/2026), operator GTL bernama Tegar menjelaskan bahwa tanggung jawab utama berada pada pihak penjual (seller), sementara ekspedisi hanya bertugas mengantarkan paket sesuai data yang masuk dalam sistem.

“Nah kalau begitu ekspedisi kami kan tidak tahu apa-apa, cuma antar paket saja. Misalkan barang seperti ini, kami juga tidak tahu detailnya dari mana,” ujar Tegar.

Ia juga menyampaikan bahwa identitas pengirim dalam sistem tidak dapat dilacak secara detail oleh pihaknya.

Menanggapi persoalan prosedur pengantaran, Tegar membenarkan bahwa secara standar operasional prosedur (SOP), kurir seharusnya menyampaikan informasi jenis paket terlebih dahulu sebelum meminta pembayaran kepada penerima.

“Harusnya seperti itu, karena mekanismenya di SOP memang kurir harus tanya dulu bahwa ini paket apa sebelum minta dibayar,” tambahnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus pengiriman barang tanpa pesanan atau yang dikenal sebagai brushing scam, yang belakangan marak terjadi dan berpotensi merugikan warga.

Masyarakat diimbau untuk tidak langsung membayar paket yang tidak pernah dipesan, memastikan identitas pengirim, serta berani menolak kiriman mencurigakan guna menghindari kerugian serupa.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Buka Bersama Presidium Garsel, Kembali Gaungkan Pemekaran Kabupaten Garut Selatan

Dikejar 23 Ribu Sertifikat PTSL 2026, GMNI Garut Ultimatum: Bereskan Tunggakan dan Oknum Dulu!