Garutexpo.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kawasan Jalan Cikuray, Regol, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut dipadati pengunjung yang berburu pakaian dan kebutuhan Lebaran lainnya, Rabu (18/03/2026).
Sejak pagi hingga sore hari, arus lalu lintas di jalur tersebut terpantau mengalami kemacetan cukup parah. Lonjakan pengunjung terjadi seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berbelanja, terutama di toko-toko pakaian yang menawarkan berbagai potongan harga menarik.
Tradisi membeli baju baru menjelang Lebaran kembali terlihat kuat tahun ini. Masyarakat dari berbagai kalangan tampak berbondong-bondong mendatangi pusat perbelanjaan di kawasan tersebut, memilih beragam kebutuhan mulai dari gamis, kemeja, hingga sarung.
Salah seorang penjual di kawasan Jalan Cikuray menyebutkan, penjualan mengalami peningkatan signifikan dibanding hari-hari biasa.
“Lebaran kali ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga momentum merayakan kemenangan setelah satu bulan penuh berpuasa. Membeli baju baru sudah menjadi tradisi tahunan,” ujarnya.
Ia juga menilai, tingginya transaksi di toko pakaian dapat menjadi indikator daya beli masyarakat. Menurutnya, meskipun kondisi ekonomi dirasakan belum sepenuhnya stabil, minat belanja masyarakat tetap tinggi.
“Baju memang bukan kebutuhan utama seperti beras atau minyak goreng, tapi dari sini kita bisa melihat kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Kalau belanja pakaian ramai, artinya optimisme masih ada,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembelian pakaian baru tidak selalu dalam jumlah besar. Sebagian masyarakat tetap berbelanja secara bijak dengan menyesuaikan kemampuan, seperti membeli aksesori tambahan berupa kerudung, bros, atau sandal untuk melengkapi penampilan saat Lebaran.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pakaian bukan sekadar kebutuhan sandang, melainkan juga simbol optimisme dan kepercayaan diri masyarakat dalam menyambut hari kemenangan.
Sejalan dengan nilai religius, masyarakat juga diingatkan bahwa dalam ajaran Islam yang dianjurkan bukanlah mengenakan pakaian baru, melainkan memakai pakaian terbaik yang dimiliki. Hal ini mencerminkan adanya keseimbangan antara rasionalitas ekonomi dan nilai spiritual dalam tradisi Lebaran.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, Jalan Cikuray diperkirakan akan terus dipadati pengunjung hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri.( Acep)































