in

Liburan ke Pangandaran di Tengah Hari Kerja, Rombongan Korwil Pendidikan dan Kepsek di Garut Jadi Sorotan

Ilustrasi

Garutexpo.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Garut kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, rombongan Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan, kepala sekolah hingga operator sekolah dari salah satu kecamatan di Kabupaten Garut disorot setelah diketahui melakukan perjalanan wisata ke Pangandaran di tengah momentum hari kerja.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, rombongan tersebut berangkat pada Jumat malam, 8 Mei 2026. Namun yang menjadi sorotan, pada Sabtu pagi para peserta disebut masih berada di lokasi wisata. Bahkan, menurut informasi yang berkembang di lapangan, kegiatan wisata tersebut dikabarkan berlangsung hingga Minggu.

Kondisi itu memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Aparatur pendidikan dinilai seharusnya tetap mengedepankan tanggung jawab pelayanan pendidikan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, terlebih pada waktu yang masih berkaitan dengan aktivitas kerja.

Tak hanya soal perjalanan wisata, keberangkatan rombongan tersebut juga dikaitkan dengan dugaan praktik komitmen fee dalam pengadaan buku sekolah. Informasi yang berkembang menyebut kegiatan itu diduga mendapat dukungan dari salah satu CV penyedia buku.

Sebagai imbal balik, buku-buku dari perusahaan tersebut diduga akan diarahkan masuk ke sekolah-sekolah di wilayah kecamatan terkait.

Jika dugaan tersebut benar, praktik itu dinilai dapat mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan pendidikan. Selain berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, praktik komitmen fee juga dikhawatirkan memengaruhi independensi sekolah dalam menentukan kebutuhan buku berdasarkan kualitas dan kepentingan siswa.

“Katanya kepala sekolah lagi ada acara luar bersama Korwil kecamatan,” ujar salah seorang guru di Kecamatan di kecamatan tersebut saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (9/5/2026).

Sorotan publik kini mengarah kepada dinas terkait agar segera melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap kegiatan tersebut. Masyarakat menilai pengadaan buku sekolah seharusnya dilakukan secara terbuka, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pendidikan, bukan diduga dijadikan ruang kepentingan tertentu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Korwil Pendidikan Kecamatan maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi mengenai sumber pembiayaan kegiatan wisata tersebut serta dugaan keterkaitannya dengan pengadaan buku di sekolah-sekolah.(Acep/Ogi)

Ditulis oleh Kang Zey

Kapolres Garut Pimpin Sertijab Wakapolres dan Kapolsek

Rumah Permanen di Karangpawitan Ludes Dilalap Si Jago Merah