Garutexpo.com – Sebanyak 480 santriwati Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung khidmat dan penuh haru dalam rangkaian kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-IX tingkat DPAC FKDT Kecamatan Samarang.
Kegiatan yang digelar di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Samarang, Minggu (17/5/2026), tersebut menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat belajar agama sekaligus mencetak generasi diniyah yang unggul dan berakhlakul karimah.
Prosesi wisuda dihadiri para orang tua santri, tokoh agama, unsur Forkopimcam Samarang, kepala desa, pengurus FKDT Kabupaten Garut, serta para guru MDT dari 36 madrasah yang berada di wilayah Kecamatan Samarang.
Ketua Pelaksana Porsadin IX, Aten Sasa, mengatakan kegiatan wisuda menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Porsadin tahun ini. Menurutnya, keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan diniyah merupakan kebanggaan bagi keluarga maupun lembaga pendidikan.
“Alhamdulillah hari ini sebanyak 580 santriwati dan santri MDT se-Kecamatan Samarang mengikuti wisuda. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan diniyah terus berkembang dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan hanya seremoni kelulusan, namun juga bentuk penghargaan atas perjuangan para santri dalam menempuh pendidikan agama di tengah perkembangan zaman.
“Harapannya para lulusan MDT ini bisa menjadi generasi yang memiliki ilmu agama, akhlak yang baik, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Selain prosesi wisuda, rangkaian kegiatan Porsadin IX juga diisi berbagai perlombaan keagamaan, seni Islami, akademik hingga olahraga yang diikuti ratusan peserta dari berbagai MDT di Kecamatan Samarang.
Cabang perlombaan yang dipertandingkan di antaranya Tahfidz Juz Amma, MTQ, MQK, Cerdas Cermat Diniyah, pidato Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab, kaligrafi Islam, puisi Islami, murottal wal imlah, tenis meja, bulutangkis, futsal hingga lari sprint.

Menurut Aten, Porsadin menjadi ajang penting untuk menggali potensi dan bakat para santri sekaligus sebagai sarana seleksi menuju Porsadin tingkat Kabupaten Garut.
“Semoga dari Kecamatan Samarang lahir peserta-peserta terbaik yang nantinya bisa berprestasi hingga tingkat kabupaten bahkan provinsi,” ungkapnya.
Suasana haru terlihat saat para santriwati mengenakan pakaian wisuda dan menerima penghargaan didampingi para guru serta orang tua. Banyak wali santri mengaku bangga melihat anak-anak mereka berhasil menyelesaikan pendidikan MDT.
Kegiatan berlangsung meriah namun tetap khidmat, ditutup dengan pembagian hadiah bagi para juara Porsadin serta doa bersama untuk kemajuan pendidikan diniyah di Kecamatan Samarang.***

