in

Apel Mini Bikin Heboh! Setelah Polemik Wisata, Kini Program MBG di Sucinaraja Disorot Publik

Ilustrasi

Garutexpo.com — Sorotan terhadap dunia pendidikan di Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, tampaknya belum juga mereda. Setelah sebelumnya ramai diperbincangkan akibat polemik wisata kepala sekolah, operator sekolah, pengawas sekolah hingga penilik pendidikan ke Pangandaran, kini perhatian publik kembali tertuju pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah dasar.

Pemicunya adalah sebuah video singkat berdurasi sekitar 35 detik yang diterima redaksi dan memperlihatkan sejumlah siswa sekolah dasar di Kecamatan Sucinaraja tengah menunjukkan menu MBG yang mereka terima, Sabtu, 16 Mei 2026.

Video tersebut langsung menyita perhatian lantaran berisi komentar spontan para siswa terkait salah satu menu yang diterima, yakni buah apel berukuran kecil.

Dalam rekaman itu, seorang siswa terdengar mengungkapkan kekecewaannya menggunakan bahasa Sunda.

“Teu niat merena ge,” ucap siswa tersebut.

Sementara siswa lain juga mengeluhkan rasa buah yang menurut mereka masih mentah.

“Sepet pait, apelna kecil-kecil,” ujar siswa lainnya dalam video.

Keluhan polos dari anak-anak itu kini memunculkan pertanyaan baru mengenai kualitas paket MBG yang diterima siswa di wilayah tersebut.

Berdasarkan visual dalam video, menu yang diterima siswa tampak terdiri dari satu kotak susu, makanan ringan berupa kue, dan satu buah apel berukuran kecil. Sekilas mungkin terlihat sederhana, namun bagi sebagian pihak kualitas makanan dalam program MBG bukanlah persoalan sepele.

Program yang digagas untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik itu idealnya menghadirkan makanan yang tidak hanya tersedia, tetapi juga layak konsumsi, berkualitas baik, serta diterima dengan nyaman oleh siswa sebagai penerima manfaat.

Ketika siswa justru menyampaikan keluhan soal rasa buah yang dianggap masih mentah dan “sepet pait”, pertanyaan mengenai standar kontrol mutu distribusi makanan pun menjadi sulit dihindari.

Belum diketahui secara pasti dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mana yang mendistribusikan paket MBG tersebut ke sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Sucinaraja. Namun informasi sementara menyebutkan bahwa dapur penyedia masih berada di wilayah Kecamatan Sucinaraja.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola dapur MBG maupun instansi terkait mengenai video yang beredar tersebut.

Redaksi masih melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan asal distribusi makanan, mekanisme pengawasan kualitas menu, serta meminta tanggapan dari pihak sekolah maupun pelaksana program.

Munculnya persoalan baru ini membuat nama Sucinaraja kembali menjadi bahan perhatian publik. Sebelumnya, wilayah tersebut ramai diberitakan setelah sejumlah kepala sekolah, operator sekolah, pengawas sekolah hingga penilik pendidikan disorot terkait kegiatan wisata ke Pangandaran yang disebut berlangsung di tengah jam kerja.

Polemik tersebut bahkan berkembang menjadi perdebatan publik mengenai transparansi kegiatan, sumber pembiayaan, hingga pengawasan di lingkungan pendidikan.

Kala itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ai Sadidah sempat menyatakan akan melakukan tindak lanjut terhadap persoalan yang berkembang.

Namun hingga Minggu, 17 Mei 2026, hasil tindak lanjut tersebut belum juga disampaikan secara resmi kepada publik. Sejumlah upaya konfirmasi media melalui pesan WhatsApp disebut belum mendapat tanggapan.

Kini, ketika sorotan baru muncul terkait kualitas menu MBG di wilayah yang sama, sebagian masyarakat mulai mempertanyakan sejauh mana pengawasan dilakukan terhadap pelaksanaan program pendidikan maupun layanan penunjang siswa di lapangan.

Sebab, di balik berbagai polemik yang berkembang, ada satu hal yang paling mendasar: anak-anak sekolah membutuhkan makanan bergizi yang layak, bukan sekadar program yang baik dalam konsep tetapi menyisakan tanda tanya dalam pelaksanaannya.***

Ditulis oleh Kang Zey

480 Santriwati MDT se-Kecamatan Samarang Ikuti Wisuda, Jadi Momentum Cetak Generasi Diniyah Berkualitas

Milangkala ke-1 FKRWG Jadi Momentum Transformasi Digital, 4.650 RW di Garut Didorong Naik Kelas Lewat Aplikasi Asdes