in

Kepemilikan Dapur SPPG Diduga Libatkan Sejumlah Pejabat Garut, Muncul Isu Konflik Kepentingan di Balik Program Gizi Nasional

Ilustrasi

Garutexpo.com – Dugaan keterlibatan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut dalam pengelolaan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai menjadi sorotan publik. Informasi yang beredar menyebutkan adanya kepala dinas aktif yang diduga memiliki keterkaitan dengan operasional dapur SPPG di wilayah Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, seorang kepala dinas berinisial YI disebut-sebut memiliki hubungan dengan salah satu dapur SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut. Selain itu, dua pejabat lain berinisial LI dan AS juga disebut dalam informasi yang beredar sebagai pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan investasi pada dapur tersebut.

Informasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan adanya konflik kepentingan apabila pejabat aktif terlibat dalam usaha yang berkaitan dengan program pemerintah, khususnya program pemenuhan gizi yang menjadi bagian dari agenda nasional.

Salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa isu tersebut telah menjadi pembahasan di berbagai kalangan.

“Informasi yang beredar menyebutkan dapur SPPG itu dikelola oleh saudari YI dan didukung oleh dua pejabat yang juga menjabat sebagai kepala dinas. Hal ini tentu perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” ujar sumber tersebut.

Menanggapi berkembangnya isu tersebut, pengamat kebijakan publik, Arul, menilai klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut sangat diperlukan untuk menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program pemerintah.

“Setiap program yang menggunakan anggaran negara atau berkaitan dengan pelayanan publik harus dijalankan secara profesional dan bebas dari konflik kepentingan. Klarifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan menjadi penting agar tidak berkembang menjadi spekulasi,” ujar Arul, Kamis (11/6/2026).

Namun demikian, saat dikonfirmasi mengenai dugaan kepemilikan dapur SPPG tersebut, Kepala Dinas berinisial YI membantah informasi yang beredar.

“Enggak. Itu mah tanah saya sebelah rumah disewa sama orang lain,” kata YI saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa dirinya tidak mengelola maupun memiliki dapur SPPG sebagaimana informasi yang beredar di masyarakat.

Sementara itu, saat dimintai tanggapan terkait dugaan keterlibatannya sebagai investor, Kepala Dinas berinisial LI juga membantah adanya hubungan dengan dapur SPPG yang dimaksud.

“Rupa-rupa wae kang, apa hubungan dengan saya? Saya harus nanggapi seperti apa? Berita itu nggak ada hubungan dengan saya,”ujar LI.

Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan informasi yang beredar.

“Punten, saya nggak bisa memberi tanggapan apa pun karena tidak ada hubungan dengan saya. Aya-aya wae,”katanya sambil tertawa.

Menurut LI, berbagai pemberitaan yang mengaitkan namanya sering muncul dan tidak semuanya memiliki dasar yang jelas.

“Pemberitaan terkait saya mah banyak kang. Mun semua ditanggapi puyeng oge. Sok aya-aya wae. Lagian berita di atas mah nggak ada sangkut pautnya dengan saya. Saya nanggapi apa?” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak berinisial AS yang juga disebut dalam informasi yang beredar. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan dan tanggapan yang berimbang.

Media ini berpegang pada prinsip praduga tak bersalah serta memberikan ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.***

Ditulis oleh Kang Zey

Seminar yang Disebut Gratis di Garut Berujung Sorotan, Sejumlah Guru Mengaku Diminta Bayar Rp70 Ribu

Soroti Dugaan Penyimpangan Kerja Sama Daerah, Mantra Desak Bupati Garut Tertibkan Pengelolaan Aset Wisata Bagendit