in

Dua Kali Kehilangan di SOR Ciateul Garut! Kades dan Atlet Jadi Korban, Dispora Akui Belum Ada CCTV

Ilustrasi

Garutexpo.com — Gelaran pertandingan olahraga di kawasan SOR RAA Adiwijaya Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, diwarnai persoalan keamanan. Dua kasus kehilangan dilaporkan terjadi di area masjid yang berada di kawasan tersebut.

Korban pertama disebut merupakan atlet bola voli asal Desa Simpang, Kecamatan Cikajang. Tas miliknya dilaporkan hilang saat berada di Masjid SOR RAA Adiwijaya. Di dalam tas tersebut terdapat dompet, telepon seluler (HP), serta kunci sepeda motor.

Kasus kedua dialami Kepala Desa Cisangkal, Kecamatan Cihurip, yang juga kehilangan telepon seluler di masjid yang berada di kawasan SOR Ciateul.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan SOR RAA Adiwijaya tengah menjadi lokasi kegiatan olahraga yang melibatkan atlet, official, maupun peserta dari berbagai wilayah Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana, mengakui bahwa aspek keamanan di kawasan tersebut masih menghadapi keterbatasan, terutama dari sisi personel maupun fasilitas pengawasan.

Menurutnya, peristiwa kehilangan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya agar pengamanan di kawasan SOR ke depan dapat ditingkatkan.

“Kalau kehilangan memang kami pun dengan keterbatasan personel keamanan. Mungkin ini bukan kurang sosialisasi, tetapi masalah faktor keamanan karena belum ada pemasangan CCTV di masjid atau kawasan SOR Ciateul,” kata Asep saat di konfirmasi awak media, Ahad, 6 September 2026.

Asep menjelaskan, pihaknya akan mengupayakan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di kawasan tersebut sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan keamanan.

Terlebih, menurut dia, kasus kehilangan di area masjid kawasan SOR bukan baru kali ini terjadi.

“Bukan kali ini saja kalau di masjid itu ada kehilangan. Karyawan kami juga sepatu sering kehilangan dari kawasan ini,” ujarnya.

Dispora Akui Belum Ada CCTV

Asep menegaskan bahwa sampai saat ini kawasan tersebut memang belum dilengkapi CCTV yang dapat digunakan untuk memantau aktivitas di sekitar lokasi.

Namun, kondisi tersebut rencananya akan diperbaiki. Dispora akan mengupayakan pemasangan CCTV apabila dukungan anggaran tersedia.

“Ya, sekarang mau pasang CCTV. Sebelumnya memang belum ada. Tapi ke depannya akan dipasang CCTV,” katanya.

Menurut Asep, keberadaan CCTV dinilai penting untuk membantu pengawasan, terutama ketika kawasan SOR digunakan untuk kegiatan yang mendatangkan banyak atlet, official, maupun masyarakat.

Pemadaman Listrik Juga Jadi Sorotan

Selain persoalan keamanan, pelaksanaan pertandingan di SOR Ciateul juga sempat terkendala pemadaman listrik.

Asep mengatakan, pemadaman listrik tersebut tidak disampaikan kepada pihaknya sejak awal sehingga Dispora tidak memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan sumber listrik cadangan seperti genset.

“Kalau kami ada pemberitahuan dari awal, pasti sudah disiapkan genset,” ungkapnya.

Ia menyebut pemberitahuan terkait pemadaman listrik justru diterima secara mendadak melalui media sosial. Akibatnya, pihaknya tidak sempat melakukan persiapan teknis.

“Jadi pemberitahuan pemadaman listriknya lewat media sosial yang dadakan. Kami pun dari laporan para staf tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Saya menanyakan mana pemberitahuan untuk pemadaman listrik, ternyata tidak ada. Jadi terkesan dadakan,” jelas Asep.

Kondisi tersebut akhirnya berdampak terhadap jadwal pertandingan. Sejumlah atlet dan official disebut harus menunggu lebih lama karena pertandingan mengalami keterlambatan.

Asep pun menyampaikan permohonan maaf kepada para atlet, official, serta pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kami mohon maaf kepada rekan-rekan, baik atlet, official dan pihak yang memang sedikit kecewa karena keterlambatan dimulainya pertandingan,” katanya.

Evaluasi untuk Pelaksanaan Berikutnya

Dua kasus kehilangan serta persoalan pemadaman listrik tersebut menjadi catatan bagi Dispora Kabupaten Garut untuk melakukan pembenahan di kawasan SOR RAA Adiwijaya.

Persoalan keamanan menjadi salah satu hal yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, khususnya karena kawasan tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat pertandingan, tetapi juga memiliki fasilitas umum seperti masjid yang digunakan oleh peserta maupun masyarakat.

Rencana pemasangan CCTV diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat pengawasan dan mencegah terulangnya kasus kehilangan di kemudian hari.

Dispora juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan pihak terkait mengenai persoalan teknis, termasuk informasi pemadaman listrik, sehingga pelaksanaan kegiatan olahraga berikutnya dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Hadiah Rp10 Juta Menanti! Persaingan Liga Desa Voli Piala Bupati Garut Memanas, Ini Jadwalnya