in

Jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy Disorot, Cipayung Garut Bersama GEMA BSP: Rakyat Jangan Terus Menunggu

Foto: Cipayung Garut yang terdiri dari PMII, HMI, dan GMNI pun menyatakan akan membersamai AKSI GEMA BSP dalam menyuarakan kepentingan masyarakat terkait perbaikan infrastruktur jalan.

Garutexpo.com — Persoalan infrastruktur jalan di wilayah Garut Selatan kembali menjadi perhatian. Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy dinilai membutuhkan perhatian serius serta langkah konkret dari Pemerintah Daerah Kabupaten Garut.

Dalam semangat “Warga Bantu Warga”, elemen Cipayung Garut yang terdiri dari PMII, HMI, dan GMNI menyatakan sikap untuk membersamai gerakan AKSI GEMA BSP. Gerakan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan aktivitas masyarakat.

Bagi Cipayung Garut, persoalan jalan bukan semata-mata tentang aspal yang rusak atau permukaan jalan yang tidak nyaman dilalui. Infrastruktur jalan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat karena menjadi akses utama menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi hasil pertanian, perdagangan hingga pergerakan roda perekonomian warga.

Ketika kondisi jalan terganggu, dampaknya pun dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karena itu, Cipayung Garut menilai persoalan Jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy tidak boleh terus berhenti pada tahap perencanaan maupun janji penganggaran.

Masyarakat membutuhkan kepastian.

Kepastian mengenai kapan jalan diperbaiki, ruas mana yang menjadi prioritas, berapa anggaran yang disiapkan, serta bagaimana tahapan pelaksanaan pembangunan tersebut.

“Jangan sampai masyarakat terus diminta bersabar, sementara jalan rusak menjadi pemandangan yang diwariskan dari tahun ke tahun. Perencanaan pemerintah harus berujung pada realisasi, bukan hanya menjadi dokumen yang tersimpan di meja birokrasi.”

Cipayung Garut menegaskan, AKSI GEMA BSP merupakan ruang partisipasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan konstitusional. Kehadiran PMII, HMI, dan GMNI disebut sebagai bagian dari komitmen mahasiswa untuk membersamai masyarakat sekaligus mengawal kebijakan publik agar benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

Cipayung Garut mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Garut untuk:

1. Menjadikan perbaikan Jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur.
2. Membuka secara transparan status perencanaan dan penganggaran perbaikan ruas jalan tersebut.
3. Menjelaskan target waktu pelaksanaan pembangunan kepada masyarakat.
4. Memastikan anggaran pembangunan berorientasi pada kebutuhan serta keselamatan masyarakat.
5. Melibatkan masyarakat dalam pengawasan pembangunan agar kualitas pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Cipayung Garut, pembangunan tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya program yang tercantum dalam dokumen perencanaan pemerintah. Ukuran pembangunan harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, termasuk melalui jalan yang digunakan setiap hari.

Semangat “Warga Bantu Warga”, lanjut mereka, bukan sekadar slogan. Gerakan tersebut merupakan bentuk solidaritas sosial sekaligus keberpihakan terhadap masyarakat yang membutuhkan akses pembangunan yang layak.

Cipayung Garut yang terdiri dari PMII, HMI, dan GMNI pun menyatakan akan membersamai AKSI GEMA BSP dalam menyuarakan kepentingan masyarakat terkait perbaikan infrastruktur jalan.

Jalan diperbaiki, akses dibenahi, dan rakyat jangan lagi diminta menunggu tanpa kepastian.*

Ditulis oleh Kang Zey

Jalan Banjarwangi Tak Masuk Daftar Perbaikan, Warga Tiga Kecamatan Siap Kepung DPRD Garut Besok