GARUTEXPO – Bupati Garut, Abdusy Syakur, menegaskan bahwa sumpah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukanlah sekadar formalitas atau basa-basi belaka. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin pengambilan sumpah dan pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, termasuk Direktur RSUD dr. Slamet yang baru.
Dalam sambutannya, Bupati Syakur menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
“Sumpah PNS bukan sekadar ucapan seremonial. Itu adalah janji kepada Tuhan dan kepada masyarakat. Jika dilanggar, bukan hanya konsekuensi hukum yang menanti, tapi juga konsekuensi moral,” tegasnya, Senin (3/6/2025).
Khusus kepada Direktur RSUD dr. Slamet yang baru dilantik, Bupati Syakur memberikan pesan khusus. Ia menyoroti perlunya reformasi manajemen pelayanan kesehatan serta peningkatan mutu layanan kepada masyarakat.
“Direktur RSUD dr. Slamet harus mampu membawa perubahan. Rumah sakit ini adalah tumpuan masyarakat Garut, jangan sampai ada pelayanan yang lambat atau diskriminatif,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh jajaran di RSUD dr. Slamet bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi etika pelayanan publik. Menurutnya, rumah sakit tidak boleh menjadi institusi yang berorientasi pada keuntungan pribadi atau kelompok.
Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Setda Kabupaten Garut dan dihadiri oleh jajaran pejabat Pemkab, perwakilan DPRD, serta tokoh masyarakat. Beberapa pejabat eselon II dan III juga turut dilantik dalam kesempatan yang sama.
Sebagai penutup, Bupati Syakur meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk segera bekerja dan beradaptasi dengan lingkungan tugas yang baru.
“Jangan ada pejabat yang hanya mengejar jabatan. Ingat, rakyat menaruh harapan besar kepada kita,” paparnya.


