Garutexpo.com – Sorotan keras mengarah pada kepemimpinan Bupati Garut setelah pengakuan terbuka Wakil Bupati yang menyebut capaian kinerja satu tahun terakhir belum maksimal. Pernyataan tersebut memantik reaksi publik dan dinilai bukan sekadar evaluasi rutin, melainkan sinyal adanya persoalan serius dalam arah dan gaya kepemimpinan daerah.
Dalam konteks pemerintahan, satu tahun dinilai cukup untuk menunjukkan ritme kerja, keberanian mengambil keputusan, serta keseriusan mengeksekusi program prioritas. Namun hingga kini, berbagai persoalan strategis di Kabupaten Garut disebut belum menunjukkan perubahan signifikan.
Masih tingginya angka kemiskinan, penanganan infrastruktur jalan yang belum optimal, tata kelola pendidikan yang dinilai belum stabil, hingga reformasi birokrasi yang berjalan lambat menjadi indikator yang memunculkan anggapan stagnasi. Kondisi ini menimbulkan penilaian bahwa roda pemerintahan kurang agresif dan minim daya dobrak.
Ketua Umum Forum Pemuda Peduli Garut (FPPG), Jajang Mustopa Kamil, menegaskan bahwa pengakuan tersebut harus menjadi alarm keras bagi sistem pemerintahan daerah secara menyeluruh.
“Jika dalam satu tahun belum ada akselerasi nyata, berarti ada persoalan dalam koordinasi, ketegasan, dan arah kebijakan. Kepemimpinan daerah tidak boleh berjalan normatif. Harus progresif dan berani mengambil langkah strategis,” tegas Jajang, Rabu, 24 Februari 2026.
FPPG menilai kepala daerah semestinya tampil sebagai motor penggerak perubahan, bukan sekadar administrator kebijakan. Menurut mereka, momentum ini harus dijadikan titik balik untuk melakukan evaluasi total, termasuk pembenahan manajemen birokrasi, percepatan program unggulan, serta penegasan target capaian yang terukur dan transparan kepada publik.
Desakan publik kini menguat agar pemerintah daerah tidak berhenti pada narasi evaluatif. Masyarakat, kata Jajang, menanti langkah konkret yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Kepercayaan publik dibangun dari hasil, bukan retorika. Jika tidak ada terobosan dalam waktu dekat, legitimasi moral pemerintahan bisa terus tergerus,” tambahnya.
Setahun telah berlalu. Evaluasi tidak cukup diucapkan—ia menuntut keberanian, kecepatan, dan kepemimpinan yang berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat Garut.(*)






























