in

Soroti Proyek Rekonstruksi Jalan, BEM IPI Garut Desak Investigasi dan Evaluasi Kinerja Pemerintah

Garutexpo.com – Presiden Mahasiswa BEM IPI Garut, Azhar Gifari, angkat bicara terkait polemik proyek rekonstruksi jalan Samangeun Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja yang diduga berdampak pada meningkatnya banjir di wilayah tersebut. Ia menegaskan, pihaknya telah mengajukan permohonan audiensi kepada Komisi II DPRD Kabupaten Garut guna menyampaikan aspirasi dan hasil temuan mahasiswa di lapangan.

Azhar menjelaskan, sekitar dua minggu lalu dirinya telah mengirimkan surat permohonan audiensi untuk membahas proyek yang dilaksanakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Garut. Menurutnya, proyek tersebut dinilai bermasalah karena tidak memberikan dampak positif sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

“Seharusnya bantuan dari pemerintah itu menjadi solusi untuk penanganan banjir. Namun yang terjadi hari ini justru sebaliknya, malah menimbulkan banjir yang lebih besar. Ini yang menjadi perhatian kami,” ujar Azhar saat di wawancarai awak media seusai audensi di komisi II DPRD Kabupaten Garut, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menilai perlu adanya investigasi lebih lanjut serta pengawasan serius terhadap pelaksanaan proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Garut. Azhar juga meminta agar Bupati dan Wakil Bupati turun langsung melihat kondisi di lapangan.

“Harus ada perhatian yang lebih serius terhadap proyek-proyek pembangunan. Ini juga harus dilihat oleh Pak Bupati dan Wakil Bupati, bagaimana sebenarnya pemerintah bekerja di lapangan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Azhar turut mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran sejumlah pihak dalam agenda audiensi sebelumnya. Ia menyebut, mahasiswa dan warga datang dengan harapan mendapatkan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Ini jelas menjadi kekecewaan. Kami datang membawa masalah dan berharap pulang membawa solusi atau kebijakan yang bisa disampaikan kepada masyarakat. Tapi faktanya, pihak yang diharapkan hadir justru tidak datang. Bahkan dari Pak Bupati diwakilkan oleh Pak Asda, namun Asda pun tidak hadir,” ungkapnya.

Azhar juga menyoroti sikap Dinas PUPR yang dinilai kerap tidak menghadiri audiensi bersama mahasiswa.

“Setiap kali mahasiswa audiensi, Kadis PUPR selalu tidak hadir. Kami tidak tahu ada persoalan apa. Ini menjadi perhatian bahwa pemerintah harus lebih peka terhadap persoalan masyarakat. Jangan sampai masyarakat merasa tidak diperhatikan,” katanya.

Lebih lanjut, Azhar menyinggung pernyataan Wakil Bupati sebelumnya yang menyebut capaian satu tahun pemerintahan belum maksimal. Ia menilai hal tersebut harus menjadi bahan introspeksi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.

“Kalau memang diakui satu tahun periode ini belum maksimal, maka harus ada introspeksi. Pemerintah harus lebih serius dalam menjawab kebutuhan dan keluhan masyarakat,” tambahnya.

Audiensi lanjutan terkait persoalan ini dijadwalkan kembali pada 9 Maret mendatang. Selain BEM IPI Garut, unsur masyarakat yang tergabung dalam BPSRI bersama warga Kecamatan Wanaraja juga berencana kembali menghadiri audiensi untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.

Mahasiswa dan warga berharap, pertemuan mendatang tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi mampu melahirkan keputusan dan langkah nyata demi mengatasi persoalan banjir yang diduga berkaitan dengan proyek rekonstruksi jalan tersebut.****

Ditulis oleh Kang Zey

Safari Ramadhan Perdana di Samarang, Bupati Garut Serukan Bersih Hati dan Lingkungan Demi Garut Damai

Buka Bersama Presidium Garsel, Kembali Gaungkan Pemekaran Kabupaten Garut Selatan