in

Hari Kedua MPLS 2026, Kepala Sekolah Definitif Langsung Bergerak! SMPN Satu Atap 1 Cibalong Gandeng Polisi Bentengi Siswa dari Narkoba dan Bullying

Garutexpo.com – Hari kedua pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMPN Satu Atap 1 Cibalong, Kabupaten Garut, diisi dengan kegiatan yang sarat makna. Sekolah menggelar Seminar Edukasi Anti NAPZA dan Pencegahan Perundungan (Bullying) bekerja sama dengan Polsek Cibalong, Selasa (14/7/2026), sebagai upaya membangun karakter peserta didik sejak hari pertama mereka mengenyam pendidikan di jenjang SMP.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh 24 peserta didik baru dengan penuh antusias. Suasana seminar berlangsung khidmat, namun tetap interaktif dan menyenangkan sehingga para siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah.

Seminar ini menjadi salah satu langkah awal SMPN Satu Atap 1 Cibalong dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba maupun tindakan perundungan.

Foto: Suasana pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Hari ke Dua, Tahun Ajaran 2026/2027 di SMPN Satu Atap 1 Cibalong, Kabupaten Garut, Selasa, 14 Juli 2026.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala SMPN Satu Atap 1 Cibalong yang baru dilantik, Ukun Kusnadi, S.Pd., M.Pd. Kehadiran kepala sekolah definitif pada kegiatan MPLS menjadi simbol komitmen kuat sekolah untuk membangun budaya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, serta kepedulian sosial.

Dalam pelaksanaan seminar, pihak sekolah menggandeng Polsek Cibalong. Materi disampaikan oleh personel Bhabinkamtibmas dari Unit Binmas Polsek Cibalong, AIPTU Sopiyan, yang memberikan edukasi mengenai berbagai ancaman yang dihadapi generasi muda di era modern.

Pada kesempatan tersebut, AIPTU Sopiyan menjelaskan secara rinci mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA yang dapat merusak kesehatan fisik, mental, hingga menghancurkan masa depan para remaja. Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun ajakan yang dapat menjerumuskan ke dalam penyalahgunaan narkotika.

Selain itu, materi mengenai perundungan (bullying) juga menjadi perhatian utama. Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying, mulai dari kekerasan fisik, verbal, pengucilan sosial, hingga cyberbullying yang kini semakin marak terjadi di media digital.

Peserta juga diajak memahami dampak psikologis yang dapat dialami korban perundungan, sekaligus diberikan pemahaman tentang pentingnya keberanian untuk melapor apabila melihat atau mengalami tindakan tersebut.

Tak hanya itu, para siswa juga dibekali strategi pencegahan, seperti membangun sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, menjaga pergaulan yang sehat, serta menciptakan budaya sekolah yang ramah dan bebas dari kekerasan.

Meski mengangkat tema yang cukup serius, penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif. Suasana diskusi berlangsung hidup melalui sesi tanya jawab yang membuat para siswa aktif menyampaikan pendapat dan berbagai pertanyaan seputar kehidupan remaja.

Kepala SMPN Satu Atap 1 Cibalong, Ukun Kusnadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik sejak awal memasuki lingkungan pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa angkatan baru ini tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif. Melalui sinergi dengan Kepolisian, kami berharap para siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga berkarakter kuat, disiplin, memiliki kesadaran hukum, serta mampu menjauhi penyalahgunaan narkoba dan perilaku perundungan,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan pendidikan akademik agar para siswa mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, SMPN Satu Atap 1 Cibalong berharap seluruh peserta MPLS dapat menjadi pelopor atau agent of change di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi generasi yang berani mengatakan tidak terhadap narkoba, menolak segala bentuk perundungan, serta menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, damai, dan saling menghargai.

Seminar tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa MPLS bukan sekadar ajang pengenalan lingkungan sekolah, melainkan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, dan kepedulian sosial sebagai bekal para siswa dalam menempuh perjalanan pendidikan di masa depan.***

Ditulis oleh Kang Zey

Ratusan Aset Desa di Garut Dinilai Terabaikan, Mantra Soroti Buruknya Tata Kelola Birokrasi dan Desak Bupati Bertindak Tegas

FPPG Pertanyakan Dasar Hukum Penambahan Kuota SPMB di Garut, Tarogong Kidul dan Leles Dianaktirikan: Mana Surat BBPMP?