in

Oknum Kades Ancam Wartawan Saat Akan Dikonfirmasi

Oknum Kades
viralnya video seorang warga yang kondisi rumahnya memprihatinkan karena tidak tersentuh bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu)

GARUTEXPO, Majalengka- Sikap arogansi pejabat publik Kepala Desa Panjalin Lor, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, mengancam wartawan yang tengah menjalankan tugasnya sebagai pencari berita, Senin, 08 Juli 2024.

Diketahui, Dulmanan, Kepala Desa Panjalin Lor, diduga telah melakukan tindakan yang tidak menyenangkan kepada beberapa awak media saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait viralnya video seorang warga yang kondisi rumahnya memprihatinkan karena tidak tersentuh bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Dalam pesan balasannya, Dulmanan langsung naik pitam dan mengeluarkan ancaman:

“Coba siapa yang mut berita itu berani nggak berhadapan dengan saya, kumpulkan pasukannya saya juga akan mengumpulkan saudara-saudara saya.”

“Coba siapa yang berani ke saya, media mana bicara jangan asal-asalan.”

Ancaman tersebut disertai dengan mengirimkan foto dokumentasi kegiatan dari salah satu organisasi masyarakat (Ormas).

Tidak hanya itu, Dulmanan juga melontarkan kata-kata tidak pantas lainnya kepada beberapa awak media yang mengonfirmasinya sebelumnya. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran yang diatur dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Saat dikonfirmasi oleh awak media Jejakinvestigasi.id terkait dugaan pengancaman ini, Dulmanan menjawab:

“Saya kan menjabat baru satu tahun, Om.”

“Ya, soalnya menjelekkan pemerintah saya, Om, jadi saya nggak enak, nggak seperti Om yang sopan, kami juga segan,” pungkasnya.

Ketua Umum Gawaris Jawa Barat, Asep Suherman, SH, mengecam keras perbuatan Dulmanan yang dianggap telah melukai perasaan insan pers dalam menjalankan tugas kontrol sosial yang dilindungi oleh Undang-Undang Pers. Menurut Asep, tindakan Dulmanan diduga melanggar Pasal 18 ayat 1 UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers yang mengatur ancaman pidana bagi siapa pun yang dengan sengaja menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat (2) dan (3). Pelanggaran ini bisa dikenai pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

“Kami, Ketua Umum Gawaris Jabar, dalam waktu dekat akan melayangkan surat klarifikasi kepada Kepala Desa Panjalin Lor untuk meminta pertanggungjawabannya. Jika surat kami tidak diindahkan, kami akan melaporkan kejadian ini ke Aparat Penegak Hukum (APH),” ujar Asep Suherman, SH, menutup perbincangan.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Meski Menang Tipis Atas Tim Cigedug, Manajer Sepakbola Putri Kecamatan Cikajang: Semangat Tetap Tinggi Meski Ada Insiden di Lapangan

Ketum Gawaris Kecam Dugaan Pengancaman Kepada Wartawan oleh Oknum Kades