Garutexpo.com – Terobosan progresif ditunjukkan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dengan menggandeng Kwartir Cabang Pramuka Garut dalam menggelar Lomba Life Skill Kepramukaan. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 peserta penggalang dari berbagai gugus depan SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Garut, dan langsung menuai perhatian serta apresiasi luas.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana yang juga Kepala Disdik, Asep Wawan, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah berbeda dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu membekali peserta didik dengan keterampilan hidup nyata.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pendidikan yang lebih kontekstual, yang mampu membentuk kemandirian dan kecakapan hidup siswa,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dispora, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Garut H. Nanang, serta para pembina Pramuka. Beragam lomba pun digelar, mulai dari pionering, memasak, menyulam hingga semaphore, yang seluruhnya dirancang untuk mengasah kemampuan praktis peserta.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Bupati Garut yang menegaskan pentingnya inovasi dalam pendidikan untuk menghadapi tantangan zaman. Ia menyebut, kegiatan seperti ini menjadi wadah nyata dalam membangun kompetensi abad 21.
“Ini adalah ruang pembelajaran untuk mengembangkan 4C, yakni critical thinking, creativity, collaboration, dan communication,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, H. Nanang, mengaku sangat mengapresiasi langkah kolaboratif antara Disdik dan Kwarcab. Ia bahkan menyebut kegiatan ini sebagai awal kebangkitan pendidikan kepramukaan di Garut.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi investasi masa depan. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang siap diterapkan dalam kehidupan nyata,” ungkap H.Nanang kepada Garutexpo.com, Selasa, 21 April 2026.
Dengan semangat kolaborasi antara Disdik dan Kwarcab, Lomba Life Skill Kepramukaan ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan karakter yang berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan pendidikan yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.***


