Garutexpo.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Garut atau yang dikenal sebagai Sekolah Maung menghadirkan konsep baru pada tahun ajaran 2026/2027. Tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, MPLS tahun ini juga mengusung pendidikan karakter Pancawaluya serta program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hasil kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan Puskesmas Haurpanggung.
Ketua Pelaksana MPLS SMAN 1 Garut, Herdy, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini mengalami banyak perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu pembaruan yang paling menonjol adalah penerapan konsep pendidikan karakter Pancawaluya yang menjadi program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Alhamdulillah, MPLS tahun ini memiliki perubahan yang sangat baru. Sekarang mengusung konsep Pancawaluya dan juga berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis. Insya Allah kami sudah bekerja sama dengan Puskesmas Haurpanggung untuk pelaksanaannya,” ujar Herdy saat diwawancarai Garutexpo.com di sela-sela kegiatannya, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurutnya, program Cek Kesehatan Gratis menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kondisi kesehatan peserta didik sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah. Dengan demikian, siswa tidak hanya dipersiapkan secara akademik, tetapi juga memiliki kondisi fisik yang sehat untuk mengikuti proses belajar.
Selain itu, materi utama dalam MPLS tahun ini lebih difokuskan pada pembentukan karakter melalui nilai-nilai Pancawaluya, yaitu membentuk peserta didik yang Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil serta tangguh).
“Yang lebih kami tekankan dalam MPLS sekarang adalah pendidikan karakter Pancawaluya. Nilai-nilai itu menjadi dasar agar anak-anak tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik,” jelasnya.
Edukasi Anti-Bullying Masuk Agenda Wajib
SMAN 1 Garut juga memberikan perhatian serius terhadap upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Herdy menegaskan bahwa materi mengenai anti-bullying telah dimasukkan ke dalam seluruh rangkaian kegiatan MPLS sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Materi bullying sudah kami masukkan karena memang menjadi bagian dari rundown kegiatan yang telah ditentukan oleh kementerian maupun Provinsi Jawa Barat,” katanya.
Melalui edukasi tersebut, sekolah berharap peserta didik baru mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, saling menghargai, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.
Diikuti 380 Peserta Didik Baru
Pada tahun ajaran 2026/2027, kegiatan MPLS di SMAN 1 Garut diikuti oleh 380 peserta didik baru.
Jumlah tersebut telah disesuaikan dengan ketentuan rombongan belajar (rombel), di mana setiap kelas diisi sekitar 32 siswa, sehingga proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.
Cetak Generasi Berprestasi
Di akhir penyampaiannya, Herdy berharap seluruh rangkaian MPLS mampu menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berprestasi.
Ia optimistis siswa-siswi baru SMAN 1 Garut merupakan putra-putri terbaik yang memiliki potensi besar, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Harapan kami, MPLS tahun ini berjalan lebih baik lagi. Anak-anak SMA Maung merupakan siswa-siswa pilihan yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik. Mudah-mudahan kami dapat membentuk generasi unggul yang berkarakter, berprestasi, dan mampu mengantarkan mereka menuju jenjang pendidikan maupun masa depan yang lebih baik,” paparnya.


