Garutexpo.com – Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan peningkatan alokasi anggaran pembangunan infrastruktur pada 2027. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) XII Badan Pengurus Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPC GAPENSI) Kabupaten Garut di Fave Hotel Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (26/10/2026).
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa pembangunan infrastruktur akan mendapat perhatian lebih besar pada tahun mendatang, seiring tingginya aspirasi masyarakat terhadap perbaikan jalan dan pembangunan fasilitas fisik lainnya.
Bupati menegaskan, pembangunan pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas pemerintah. Namun, kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang memadai juga tidak bisa diabaikan.
“Dari berbagai macam aspirasi yang kita dengar, masyarakat sebagian besar sangat mengharapkan pembangunan infrastruktur. Insyaallah, tahun depan kita akan mengalokasikan lebih banyak lagi dana untuk pembangunan infrastruktur,” ungkap Abdusy Syakur Amin.
Rencana tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk menunjang mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta membuka akses antardaerah.
Anggaran Berpotensi Bertambah, Kualitas Pekerjaan Jadi Sorotan
Seiring rencana peningkatan anggaran, Bupati Garut meminta para pelaksana konstruksi agar tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku.
Pesan tersebut menjadi perhatian penting bagi para penyedia jasa konstruksi. Sebab, peningkatan anggaran harus diimbangi dengan pelaksanaan proyek yang profesional, transparan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya titip, tolong kerjakan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas infrastruktur merupakan hal mendasar yang harus dijaga. Pembangunan yang baik bukan sekadar terlihat selesai, melainkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dengan demikian, rencana penambahan anggaran pada 2027 diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah proyek, tetapi juga menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan merata.
Muscab XII GAPENSI Diharapkan Lahirkan Gagasan Strategis
Sementara itu, Ketua Pelaksana Muscab XII GAPENSI Kabupaten Garut, Okky Caresa Ginanjar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi forum penting bagi para anggota untuk melahirkan gagasan-gagasan baru yang konstruktif dan inovatif.
Menurutnya, musyawarah cabang tidak semata-mata menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum untuk merumuskan program kerja yang dapat mendukung pembangunan Kabupaten Garut.
Okky berharap sinergi antara BPC GAPENSI, Pemerintah Kabupaten Garut, dan DPRD Kabupaten Garut semakin kuat, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga suasana musyawarah agar tetap kondusif, tertib, dan berorientasi pada kepentingan bersama.
“Saya mohon teman-teman untuk melaksanakan persidangan ini dengan kondusif dan tertib, agar kita menghasilkan keputusan untuk kepentingan yang lebih baik, serta menyusun program-program yang bisa kita jalankan di kemudian hari,” tuturnya.
Tantangan Pembangunan Garut pada 2027
Rencana peningkatan anggaran infrastruktur kini menjadi perhatian bagi dunia usaha jasa konstruksi di Kabupaten Garut. Di satu sisi, tambahan alokasi anggaran membuka peluang percepatan pembangunan. Di sisi lain, pelaksanaannya menuntut kesiapan perencanaan, kompetensi kontraktor, pengawasan yang memadai, serta kepatuhan terhadap standar mutu.
Muscab XII GAPENSI diharapkan mampu melahirkan kepengurusan dan program kerja yang dapat memperkuat profesionalisme pelaku konstruksi sekaligus mendukung agenda pembangunan daerah.
Publik pun menantikan realisasi komitmen tersebut dalam APBD 2027, termasuk besaran anggaran yang dialokasikan, prioritas proyek yang akan dikerjakan, serta pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kabupaten Garut.
Sebab, pada akhirnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang disiapkan, tetapi juga dari kualitas hasil pekerjaan dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.(*)


