in

Garut Siapkan 620 Titik Skrining TBC, Ribuan Kasus Terungkap dari Deteksi Dini

Foto: Pertemuan Lintas Sektor/Arahan Wamendagri RI dan Wamenkes RI dalam rangka upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Garut yang berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Selasa (22/9/2026).

Garutexpo.com — Pemerintah Kabupaten Garut memperkuat upaya percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC). Sebanyak 620 titik atau lokus skrining TBC disiapkan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang akan diperkuat dengan pemeriksaan menggunakan alat X-Ray.

Rencana tersebut disampaikan dalam Pertemuan Lintas Sektor bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Dr. Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Selasa (22/9/2026).

Bupati Garut mengungkapkan, luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk menjadi tantangan tersendiri dalam mempercepat penemuan kasus TBC.

Berdasarkan data kependudukan semester I, Kabupaten Garut memiliki sekitar 2,948 juta jiwa yang tersebar di wilayah seluas 3.101,24 kilometer persegi, mencakup 42 kecamatan, 421 desa, dan 21 kelurahan.

Pelayanan kesehatan masyarakat ditopang 67 Puskesmas, 148 Puskesmas Pembantu (Pustu), 4.402 Posyandu, serta sembilan rumah sakit dengan kapasitas 1.183 tempat tidur.

“Jadi inilah yang menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Garut. Besarnya penduduk dan luas wilayah dengan tersebarnya permukiman menjadikan akses percepatan deteksi dini serta kesinambungan pelayanan sebagai tantangan sekaligus prioritas kami,” ujar Bupati Garut.

Menurutnya, program CKG tidak hanya dipandang sebagai pemeriksaan kesehatan rutin, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk menemukan berbagai penyakit sejak dini, termasuk TBC.

“Bagi kami Cek Kesehatan Gratis (CKG) bukan sekadar kegiatan pemeriksaan, tapi juga pintu masuk untuk deteksi dini dan penemuan kasus, termasuk tuberkulosis (TB),” katanya.

Kasus TBC Garut Terus Terdeteksi

Penguatan deteksi turut berdampak pada meningkatnya jumlah kasus TBC yang ditemukan di Garut.

Data yang dipaparkan menunjukkan, penemuan kasus meningkat dari 5.378 kasus pada 2021 menjadi 9.709 kasus pada 2025. Secara kumulatif, selama lima tahun tercatat 41.505 kasus.

Melalui program Active Case Finding (ACF) yang diintegrasikan dengan CKG, Pemerintah Kabupaten Garut telah melakukan skrining terhadap 94.633 orang di 573 lokasi.

Dari proses tersebut, sebanyak 4.904 orang dinyatakan positif TBC.

Pemerintah Kabupaten Garut juga telah menetapkan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC Tahun 2025–2029 serta membentuk Tim Percepatan Pengendalian TBC hingga tingkat desa.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat penemuan kasus, pengobatan, pencegahan penularan, serta keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan TBC.

Wamendagri: TBC Bukan Hanya Urusan Kemenkes

Wamendagri RI Dr. Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa persoalan kesehatan merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.

Karena itu, penanganan TBC menurutnya tidak dapat dibebankan hanya kepada Kementerian Kesehatan maupun sektor kesehatan.

“Bicara kesehatan bukan hanya bicara Kementerian Kesehatan, tetapi butuh kolaborasi,” ujar Wiyagus.

Ia menyebutkan, Jawa Barat telah mencatat capaian penemuan kasus TBC sebesar 96 persen, namun cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) masih berada di angka 17 persen.

Menurutnya, kontak erat pasien TBC menjadi salah satu bagian penting yang harus mendapatkan perhatian dalam pemberian terapi pencegahan.

“Ini adalah PR kita bersama. Kuncinya pada kontak erat yang harus meminum TPT,” katanya.

Wiyagus juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Garut yang telah mengalokasikan anggaran khusus penanganan TBC melalui APBD serta memasukkannya dalam RPJMD dan RKPD.

Garut Dapat 620 Lokus Skrining X-Ray

Sementara itu, Wamenkes RI dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi upaya Jawa Barat dalam penanggulangan TBC, terutama dari sisi pelaporan dan kinerja lapangan.

Ia menegaskan bahwa pengendalian TBC menjadi bagian dari agenda pembangunan kesehatan nasional yang masuk dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Wamenkes memaparkan, penemuan kasus TBC secara nasional meningkat dari 48,46 persen pada periode 2020–2021 menjadi sekitar 80 persen pada tahun lalu.

Dari estimasi 1,09 juta kasus, sebanyak 867 ribu pasien telah mendapatkan pengobatan.

Untuk memperkuat penemuan kasus, pemerintah akan melaksanakan program CKG dengan dukungan pemeriksaan X-Ray di 10.939 titik di Jawa Barat.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Garut mendapatkan alokasi 620 titik atau lokus skrining.

“Tolong dikawal karena saya siapkan anggaran khusus. Harapannya, kolaborasi lintas sektor ini terus terealisasi agar kita dapat segera mengurangi angka TBC di Indonesia,” ujar Benjamin.

Pertemuan lintas sektor tersebut kemudian ditutup dengan kesepahaman bahwa eliminasi TBC membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Mulai dari pemerintah daerah, aparat desa, kader, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, dunia usaha, media, hingga masyarakat.

Dengan 620 titik skrining yang disiapkan, Garut kini menghadapi pekerjaan besar: memastikan fasilitas pemeriksaan tersebut benar-benar mampu menjangkau masyarakat dan menjadi pintu masuk bagi penemuan serta penanganan kasus TBC secara lebih cepat.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Wabup Putri Karlina Dukung Rakornas V Dewan Pendidikan, Garut Bersiap Jadi Panggung Gagasan Pendidikan Nasional

Pulang Malam Takut Dibegal, Warga Garut Telepon 110, Polisi Datang Mengawal