in

Pak Budi, Mau Tidak Bantuin Saya? Begini Cara Bupati Garut Pilih Satria Budi Jadi Pj Sekda, Tanpa Banyak Proses

Garutexpo.com – Penunjukan Drs. Rd. Satria Budi, M.Si. sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut ternyata berlangsung tanpa proses panjang sebagaimana yang dibayangkan banyak pihak.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara terbuka mengungkapkan bahwa keputusan menunjuk Satria Budi bukan diambil secara mendadak. Ia mengaku telah lama mengamati rekam jejak, sikap, perilaku hingga tindakan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, mulai dari level bawah hingga pejabat tertinggi.

Bahkan, menurut Bupati, komunikasi dengan Satria Budi berlangsung cukup sederhana. Ia hanya menghubungi langsung pejabat yang dinilainya sesuai untuk membantu menjalankan roda pemerintahan.

“Jujur saya ketika menetapkan Pak Satria Budi tidak banyak proses. Saya sudah mengamati sekian lama sikap, perilaku, dan tindakan para pejabat dari bawah sampai atas. Sehingga ketika saya menyampaikan akan meminta diangkat, cuma ditelepon saja. ‘Pak Budi? Mau tidak bantuin saya? Siap apa? Ini ini.’ Sudah selesai,” ungkap Abdusy Syakur Amin.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat melantik Satria Budi sebagai Pj Sekda Kabupaten Garut dalam rangkaian Apel Gabungan di Lapangan Apel Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (2/11/2026).

Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa penentuan Pj Sekda dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan pejabat dalam mengikuti arah kebijakan pemerintah daerah, memahami kondisi Kabupaten Garut, serta mampu merespons berbagai aspirasi masyarakat.

Ia menjelaskan, pengamatannya terhadap para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) menjadi salah satu pertimbangan sebelum menentukan sosok yang dipercaya mengemban tugas strategis tersebut.

Tantangan Berat Menanti Pj Sekda

Di balik penunjukan tersebut, Bupati juga mengingatkan bahwa pekerjaan besar sudah menanti Satria Budi. Salah satu agenda mendesak adalah mengoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan dan anggaran Kabupaten Garut tahun 2027.

Persoalan anggaran menjadi perhatian serius. Pasalnya, pada tahun 2027 Pemerintah Kabupaten Garut menghadapi pengurangan anggaran sebesar Rp240 miliar dari total alokasi awal Rp436 miliar.

Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat menentukan prioritas program. Keterbatasan fiskal, menurut Bupati, tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik maupun terhambatnya pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.

Karena itu, ia meminta seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama untuk memberikan dukungan penuh kepada Pj Sekda dalam menyusun program dan kegiatan tahun anggaran 2027.

“Saya mohon bantuannya, nanti PPTP yang lain bantu Pak Pj Sekda untuk menyusun kegiatan tahun 2027 dengan sebaik mungkin, dan tentu saja dengan koordinasi serta komunikasi dengan DPRD,” tegasnya.

Pj Sekda Dituntut Mampu Mengorkestrasi Birokrasi

Penunjukan Pj Sekda bukan sekadar pergantian pejabat dalam struktur pemerintahan. Posisi tersebut memiliki peran penting dalam mengoordinasikan perangkat daerah, menjaga kesinambungan administrasi pemerintahan, serta memastikan program prioritas kepala daerah berjalan sesuai perencanaan.

Terlebih, Garut tengah menghadapi tantangan penyusunan anggaran di tengah keterbatasan kemampuan fiskal dan tingginya tuntutan masyarakat terhadap pembangunan serta pelayanan publik.

Satria Budi kini mengemban amanah untuk mengoordinasikan jajaran birokrasi agar tetap bergerak dalam satu arah kebijakan.

Menutup amanatnya, Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Satria Budi. Ia berharap kepercayaan yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta didukung seluruh jajaran perangkat daerah.

Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana Pj Sekda baru menerjemahkan kepercayaan Bupati tersebut menjadi kerja nyata, terutama dalam mengawal perencanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran Kabupaten Garut tahun 2027.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Tiga Tahun Jalan, Rapor Direksi Bank BIJ Dipertanyakan! FPPG Desak Bupati Garut Buka Target, Laba, Dividen Hingga Skema Aset Buy

Abah Muda Apresiasi Langkah Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo dan Tiga Personel, Minta Kapolda Ikut Dievaluasi