Garutexpo.com – Tragedi kecelakaan kapal Virgo yang terjadi pada 13 September 2026 masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, khususnya warga Kabupaten Garut. Hingga 3 November 2026, sembilan orang warga asal Garut dilaporkan masih belum ditemukan dan belum diketahui nasibnya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Ade Lukman, mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 23 orang asal Garut yang menjadi korban dalam tragedi tersebut. Rinciannya, 20 orang berasal dari Desa Situsaeur, dua orang dari Desa Karangsari, Kecamatan Karangpawitan, serta satu orang warga Situsaeur yang telah berdomisili di Kabupaten Cianjur.
“Dari total 23 orang tersebut, sebanyak 10 orang dinyatakan selamat, tiga orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 10 orang lainnya sempat berstatus belum ditemukan. Namun, hingga saat ini sembilan orang masih belum diketahui keberadaannya,” ungkap Ade Lukman.
Ia menjelaskan, pemerintah desa bersama keluarga korban terus berupaya mencari kejelasan mengenai nasib warga yang hingga kini belum ditemukan. Bahkan, pihak desa dan keluarga korban telah meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat melalui surat yang ditujukan kepada pihak terkait, termasuk Basarnas, agar proses pencarian dan penanganan korban terus mendapatkan perhatian serius.
Menurut Ade, ketidakpastian selama hampir 50 hari ini menjadi beban psikologis yang sangat berat bagi keluarga korban. Mereka masih menaruh harapan agar anggota keluarganya segera ditemukan dan mendapatkan kepastian.
“Sejak kejadian 13 September hingga sekarang, keluarga masih menunggu dengan penuh harap dan kecemasan. Kami sangat memahami bagaimana beratnya kondisi keluarga yang sampai hari ini belum mengetahui nasib anggota keluarganya,” tuturnya.
Di tengah duka tersebut, Ade menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat yang telah memberikan perhatian serta bantuan sebesar Rp25 juta kepada keluarga korban, baik keluarga korban meninggal dunia maupun korban yang belum ditemukan.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat atas perhatian dan kasih sayangnya kepada keluarga korban. Semoga bantuan tersebut menjadi amal kebaikan dan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Jazakallah khairan,” ucapnya.
Tak hanya itu, apresiasi juga disampaikan kepada Kapolres Garut atas kepeduliannya terhadap keberlangsungan hidup keluarga korban. Menurut Ade, Kapolres Garut telah memberikan kesempatan kerja kepada sejumlah anggota keluarga korban di lingkungan Polres Garut.
Bahkan, bantuan modal usaha serta dukungan untuk kebutuhan pendidikan anak-anak korban juga telah diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolres Garut. Mulai kemarin, sejumlah keluarga korban sudah mendapatkan kesempatan bekerja di lingkungan Polres Garut. Selain itu, ada pula bantuan modal usaha dan dukungan untuk kebutuhan sekolah anak-anak korban. Ini sangat berarti bagi keluarga yang sedang menghadapi masa sulit,” katanya.
Ade juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan tragedi kapal Virgo, mulai dari proses identifikasi korban melalui sampel DNA, penjemputan jenazah korban yang berhasil ditemukan, hingga berbagai bentuk bantuan kemanusiaan bagi keluarga terdampak.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. Pemerintah desa akan terus menjalin komunikasi dan mencari informasi kepada berbagai pihak agar keberadaan sembilan warga yang masih belum ditemukan segera mendapatkan kejelasan.
“Kami akan terus mencari informasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Harapan kami, warga kami yang masih belum ditemukan bisa segera diketahui nasibnya. Kami juga berharap Pemerintah Kabupaten Garut turut memberikan perhatian dan membantu memperjuangkan kepastian bagi keluarga korban,” tegasnya.
Ade berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta seluruh instansi terkait tidak berhenti memberikan perhatian hingga seluruh persoalan korban tragedi kapal Virgo mendapatkan kejelasan.
Sebab, bagi keluarga korban, bantuan materi memang sangat berarti untuk meringankan beban kehidupan. Namun, kepastian mengenai nasib anggota keluarga yang belum ditemukan merupakan harapan terbesar yang hingga kini masih mereka nantikan.(*)


