GARUTEXPO – Banyak warga Kabupaten Garut yang belum memperbarui data pendidikan terakhir di Kartu Keluarga (KK). Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Garut terlihat rendah, meskipun kenyataannya banyak masyarakat yang telah menempuh pendidikan tinggi.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Irwan Supriyanto, M.Pd, yang mengaku prihatin dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam memperbarui data administrasi kependudukan, khususnya terkait pendidikan.
“Banyak warga Garut yang sebenarnya sudah lulus SMA, kuliah, bahkan pascasarjana. Namun data di KK mereka masih belum diperbarui, sehingga berpengaruh terhadap angka IPM Garut,” ujar Irwan Supriyanto kepada garutexpo.com, Jumat (12/4/2025).
Irwan menjelaskan, proses pembaruan data di KK sangat mudah dan tidak memerlukan waktu lama. Warga hanya perlu datang ke kantor desa atau kelurahan, atau langsung ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat.
“Cukup membawa dokumen pendukung seperti ijazah terakhir, lalu minta petugas untuk melakukan pembaruan data di KK. Prosesnya sederhana, dan manfaatnya sangat besar untuk pembangunan daerah,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh warga Garut untuk berpartisipasi aktif dalam memperbarui data kependudukan, sebagai langkah kecil namun berdampak besar bagi kemajuan Kabupaten Garut.
“Ayo jadi bagian dari perubahan positif untuk Garut yang lebih maju. Satu langkah kecil, tapi dampaknya besar untuk masa depan,” tandasnya. (*)


