GARUTEXPO – Ada pernyataan tak biasa yang disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat memimpin Apel Pagi di lingkungan PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut, Senin (14/5/2025) pagi. Di hadapan jajaran karyawan PDAM, Syakur mengingatkan betapa vitalnya peran air bersih dan siapa saja yang bertanggung jawab memastikan air itu mengalir ke rumah-rumah warga.
Apel pagi yang digelar di Kantor PDAM Tirta Intan, Jalan Raya Bayongbong, Kecamatan Cilawu, itu menjadi momen tegas namun penuh makna. Syakur secara lugas menyampaikan bahwa air bukan sekadar kebutuhan, melainkan penentu hidup dan mati.
“Kalau orang tidak dapat minuman air selama 3 hari maka dia akan meninggal,” tegasnya, membuka amanat dengan pernyataan yang mencengangkan.
Pernyataan itu bukan tanpa maksud. Bupati Garut ingin seluruh karyawan menyadari bahwa profesi mereka bukan sembarang pekerjaan, melainkan pengabdian nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat.
“Kuliah, sekolah, bekerja, dan kalau tanpa mereka tidak bisa melakukan kegiatan dengan baik serta niatkan dari hati kita, kita ingin melayani semua masyarakat Garut dan jangan mengeluh karena itu adalah profesi yang kita pilih,” ujar Syakur.
Ia mengingatkan bahwa para karyawan PDAM memegang posisi strategis dalam kehidupan masyarakat Garut.
“Buat kami, bapak/ibu orang yang penting, tanpa bapak/ibu Garut akan repot,” tambahnya.
Meski memberikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan, Syakur juga menyisipkan pesan evaluatif. Ia mengungkap bahwa pemerintah siap mendukung PDAM, tetapi dengan catatan: kinerja harus sejalan dengan bantuan yang diberikan.
“Saya mancing kasih uang sekian supaya bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi untuk dipakai pembangunan di Kabupaten Garut,” ucapnya.
Bupati menekankan bahwa dua tujuan utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk PDAM, adalah memberikan pelayanan terbaik dan menghasilkan pendapatan untuk pembangunan daerah. Kedua aspek tersebut akan menjadi sorotan dalam evaluasi pemerintah.
Menutup amanatnya, Syakur mewanti-wanti agar tidak ada praktik-praktik curang yang justru merusak integritas PDAM dari dalam.
“Jangan ada praktik yang kemudian menggerogoti diri PDAM sendiri atas perilaku jahat yang tidak semestinya, lamban dalam melakukan perbaikan-perbaikan,” tegasnya.
Apel pagi ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan peringatan serius dan motivasi kuat bagi seluruh jajaran PDAM Tirta Intan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat integritas sebagai garda terdepan dalam penyediaan air bersih di Kabupaten Garut.(*)


