in

Wakil Ketua GMNI Garut Kritik Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Rakyat Belum Merasakan Keadilan Sosial

Foto: Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Garut, Bung Maul.

Garuexpo.com – Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Garut, Bung Maul, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai arah kebijakan nasional saat ini belum menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap rakyat kecil.

Dalam keterangan resminya kepada media, Bung Maul menegaskan bahwa berbagai kebijakan ekonomi dan politik pemerintah justru semakin jauh dari semangat Trisakti Bung Karno —berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Kebijakan ekonomi nasional masih didominasi kepentingan korporasi besar, bukan kepentingan rakyat. Pemerintah seolah lupa pada amanat konstitusi dan semangat kerakyatan yang menjadi dasar berdirinya bangsa ini,” ujar Bung Maul, Kamis (23/10/2025) siang di Garut.

Berdasarkan hasil kajian DPC GMNI Garut selama satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, terdapat sejumlah persoalan krusial yang menjadi sorotan utama, antara lain:

* Krisis ekonomi rakyat, ditandai dengan melonjaknya harga kebutuhan pokok dan melemahnya daya beli masyarakat.
* Masalah pangan dan pertanian, akibat kebijakan impor yang justru memukul petani lokal.
* Maraknya praktik korupsi, yang menunjukkan lemahnya integritas di tubuh pemerintahan.
* Pelanggaran HAM yang belum terselesaikan, termasuk tindakan represif aparat terhadap warga sipil.
* Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dinilai belum sejalan dengan pemerataan kesejahteraan daerah.
* Kemunduran demokrasi, dengan semakin terbatasnya ruang gerak bagi mahasiswa dan aktivis.

Bung Maul menilai, kondisi tersebut menggambarkan lemahnya komitmen pemerintah terhadap cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Negara seharusnya berdiri di atas penderitaan rakyat, bukan di atas kepentingan segelintir elit. Ketika keadilan sosial dikhianati, maka perjuangan mahasiswa harus kembali menyala,” tegasnya.

Ia menambahkan, GMNI Garut akan terus bersikap kritis dan berperan aktif dalam mengawal jalannya pemerintahan dengan semangat Marhaenisme.

“Kami akan terus bersuara dan berdiri bersama kaum marhaen. Kritik bukan berarti benci, tetapi bentuk cinta kami kepada republik ini,” pungkas Bung Maul.

GMNI Garut pun menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa di Indonesia untuk tetap konsisten memperjuangkan nilai-nilai kerakyatan, menjaga kedaulatan bangsa, dan memastikan pemerintah tidak melenceng dari cita-cita keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.***

Ditulis oleh Kang Zey

Garut Jadi Percontohan Nasional: Pemkab Gandeng BAPPENAS dan World Bank Genjot PAD dari PBB-P2

19 Pasangan di Garut Akhirnya “Halal di Mata Negara”: Sidang Isbat Nikah Ungkap Fenomena Pernikahan di Bawah Umur dan Akses Terpencil