in

Mahasiswa KKN-T IPB University Edukasi Masyarakat Desa Jayamekar Olah Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme

Foto bersama mahasiswa KKNT IPB Jayamekar dengan peserta pelatihan eco-enzyme (Sumber Dokumentasi Pribadi)
Foto bersama mahasiswa KKNT IPB Jayamekar dengan peserta pelatihan eco-enzyme (Sumber Dokumentasi KKNT Inovasi IPB Desa Jayamekar)

Garutexpo.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University Desa Jayamekar menyelenggarakan pelatihan pembuatan eco-enzym bagi masyarakat Desa Jayamekar, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, pada Jumat, 24 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga sekaligus mendorong penerapan perilaku ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna.

Pelatihan diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari beberapa ibu rumah tangga, perwakilan kelompok tani, dan masyarakat setempat. Program ini merupakan bagian dari kegiatan KKNT Inovasi IPB University yang mendapat dukungan dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Garut dalam upaya memperkuat edukasi lingkungan berbasis masyarakat.

Penyampaian materi oleh mahasiswa (Sumber: Dokumentasi KKNT Inovasi IPB Desa Jayamekar)

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai konsep eco-enzyme, manfaatnya bagi lingkungan, serta tahapan pembuatannya menggunakan limbah organik seperti kulit buah dan sayuran, gula merah atau molase, serta air. Peserta juga diperkenalkan pada prinsip fermentasi yang benar agar menghasilkan eco-enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai cairan pembersih alami, pupuk organik cair, maupun aktivator kompos. Mahasiswa juga menggunakan modul dalam rangka memudahkan peserta memahami materi yang disampaikan.

Peserta membaca modul untuk memudahkan pemahaman yang diberikan oleh pemateri (Sumber:Dokumentasi KKNT Inovasi IPB Desa Jayamekar)

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan eco-enzyme. Peserta mempraktikkan secara langsung proses pemilahan limbah organik, pencampuran bahan sesuai komposisi, hingga teknik penyimpanan selama masa fermentasi. Pendampingan dilakukan oleh mahasiswa KKNT agar setiap peserta memahami seluruh tahapan dan mampu menerapkannya secara mandiri di rumah.

Sesi praktek pada proses pemotongan limbah organik (Sumber: Dokumentasi KKNT Inovasi IPB Desa Jayamekar)

Ketua Tim KKNT Inovasi IPB University Desa Jayamekar, Satya Dwiputra Dinata, menjelaskan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik sejak dari tingkat rumah tangga.

“Kegiatan pelatihan pembuatan eco enzyme ini kami selenggarakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat. Melalui pelatihan ini, kami mendemonstrasikan bahwa limbah organik tidak harus selalu berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat diolah menjadi hal yang bermanfaat yaitu eco enzyme yang dapat digunakan hasilnya untuk kebutuhan kebersihan rumah tangga maupun pupuk cair. Harapan kami, masyarakat tidak hanya memahami proses pembuatannya, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri di rumah, sehingga tercipta kebiasaan mengelola sampah organik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.Ujar Satya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi mengenai proses fermentasi, jenis limbah organik yang dapat dimanfaatkan, hingga berbagai manfaat eco-enzyme dalam kehidupan sehari-hari. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap solusi pengelolaan sampah yang mudah diterapkan dan ramah lingkungan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi mengenai proses fermentasi, jenis limbah organik yang dapat dimanfaatkan, hingga berbagai manfaat eco-enzyme dalam kehidupan sehari-hari. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap solusi pengelolaan sampah yang mudah diterapkan dan ramah lingkungan.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University berharap masyarakat mampu mengurangi volume sampah organik rumah tangga sekaligus memanfaatkan hasil fermentasi sebagai produk yang bermanfaat. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat demi mewujudkan lingkungan Desa Jayamekar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Baca Juga : Dewan Pendidikan Garut Gagas Gerakan Kampung Belajar, Dorong Peningkatan Rata-Rata Lama Sekolah dan Indeks Pendidikan

Ditulis oleh Admin Garutexpo

Garutexpo.com berupaya memberikan berita dan sajian artikel yang berkualitas untuk kemajuan garut dan teknologi informasi online.

Lulusan SMA/SMK Merapat! PT Kahatex Buka Lowongan Operator Produksi, Pendaftaran Ditutup 31 Juli