GARUTEXPO – Suasana panas terjadi di depan Gedung DPRD Kabupaten Garut, Selasa, 10 Juni 2025. Sejumlah aktivis dan elemen masyarakat turun ke jalan menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kinerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Garut, terutama terkait pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai masih jauh dari harapan.
Dalam aksi yang bertajuk “Panggung Rakyat: Menyikapi 100 Hari Kerja Bupati & Wakil Bupati Garut”, sorotan utama tertuju pada kondisi jalan rusak yang masih banyak ditemui di berbagai wilayah, terutama di daerah selatan Garut yang dianggap paling mendesak untuk segera diperbaiki.
Salah satu orator yang paling menyita perhatian adalah Abah Muda, Ketua Pemuda Akhir Jaman. Dalam orasinya yang lantang, ia memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Kabupaten Garut.
“Hargailah jerih payah kami yang rela antri dari dini hari sampai sore di kantor Samsat demi memenuhi kewajiban membayar pajak. Tapi kalau sampai tahun 2026 jalanan di Kabupaten Garut masih banyak yang berlubang dan belum diperbaiki, haram bagi masyarakat untuk membayar pajak!” tegas Abah Muda di tengah orasi.
Menurutnya, masyarakat sudah cukup bersabar. Meski ia memahami bahwa membangun jalan butuh anggaran besar, pemerintah tak bisa terus-menerus bersembunyi di balik alasan itu.
Ia juga menyinggung realisasi anggaran dari pajak kendaraan yang disebut-sebut mencapai Rp1,2 miliar per hari di Kabupaten Garut.
“Jangan hanya jadi konten! Wakil Bupati Garut sibuk keliling kesana-kemari tapi tidak ada realisasi. Sementara Bupati-nya justru nyaris tak terdengar. Seharusnya G1 yang dominan, bukan wakilnya,” sindir aktivis Bung Angling yang juga turut menyampaikan orasi.
Para demonstran juga menyayangkan ketidakhadiran Bupati Garut saat aksi berlangsung. Hal ini dinilai sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap suara rakyat yang menginginkan perubahan nyata.
Dalam catatan aktivis, Kabupaten Garut saat ini berada di peringkat 25 terendah dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) se-Jawa Barat—hanya satu tingkat dari dasar. Hal ini disebut sebagai bukti nyata bahwa pembangunan belum merata dan terfokus, termasuk pada infrastruktur jalan.
Para peserta aksi berharap Pemerintah Kabupaten Garut menjadikan perbaikan jalan sebagai prioritas utama dalam program pembangunan 2026, agar tidak semakin menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.
“Semoga pembangunan infrastruktur jalan di tahun 2026 menjadi bagian dari prioritas utama dan segera direalisasikan. Aamiin YRA,” tutup Abah Muda dalam orasinya.(*)


