in

Nota Kesepahaman Partai Gerindra dan PKS Garut: Hal yang Wajar dan Strategis

Nota
Hasanuddin Kader Partai Gerindra

GARUTEXPO – Nota kesepahaman antara Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ditandatangani pada hari Jum’at, 7 Juni 2024, dinilai sebagai langkah strategis dalam komunikasi politik menjelang pemilihan kepala daerah di Garut. Hasanuddin, kader Gerindra yang mendaftar sebagai Calon Bupati Garut 2024-2029, menyatakan bahwa kesepahaman ini adalah hal yang wajar.

“Saya sebagai Kader Gerindra yang mendaftar sebagai Calon Bupati Garut 2024-2029 berpandangan bahwa Nota Kesepahaman Partai Gerindra dan Partai PKS pada Hari Jum’at, 7 Juni 2024 adalah hal yang wajar dan strategis dalam komunikasi politik menjelang pemilihan kepala daerah di Garut,” ujar Hasanuddin.

Nota kesepahaman ini memuat tiga poin utama, yaitu:

1. Membangun kesepahaman untuk menciptakan pemilu damai, tertib, aman, dan bersih.
2. Melakukan komunikasi politik untuk membangun koalisi dengan partai politik lainnya.
3. Terus didiskusikan dan dievaluasi serta dapat ditinjau kembali berdasarkan arahan DPW/DPD dan DPP masing-masing partai.

Secara historis, kerjasama antara Gerindra dan PKS telah terjalin selama hampir dua periode (10 tahun). Oleh karena itu, kesepahaman ini dianggap wajar.

“Dari isi nota kesepahaman tersebut, hal ini masih bersifat umum yang tentu saja perlu tindak lanjut. Dan masih membuka ruang bagi partai politik lain untuk bekerjasama serta membuka peluang kerjasama yang bisa tidak terjadi,” ujar Hasanuddin.

Pertemuan resmi ini menandai pertama kalinya pembicaraan antara Gerindra dan PKS dibuka kembali setelah masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Garut dari koalisi Gerindra-PKS berakhir.

“Saya selaku Kader Gerindra akan tunduk dan patuh pada keputusan Partai Gerindra,” tegas Hasanuddin.

Koalisi Gerindra-PKS ini akan membuat gentar partai politik lainnya dan secara realistis akan bergabung karena sudah teruji dua periode menang pemilukada di Garut.

Hasanuddin juga menambahkan bahwa Partai Gerindra memiliki banyak kader mumpuni dan berkapasitas untuk melanjutkan kepemimpinan Rudi Gunawan di Garut.

“Nota kesepahaman ini bisa menjadi pintu masuk bagi Partai Gerindra untuk mengajak PKS dan partai politik lain non koalisi Indonesia Maju untuk mensukseskan visi, misi, dan program Indonesia Maju atau pemerintahan Prabowo-Gibran kedepan. Saya yakin, PKS Garut akan menerima dan mensukseskan visi, misi, dan program tersebut,” kata Hasanuddin. ** Ridwan.

Ditulis oleh Kang Zey

Pelepasan dan Pentas Seni RA Raudhatul Athfal Kecamatan Bayongbong: Mempersiapkan 600 Siswa Menuju Indonesia Emas

Warga Kampung Bongkor Garut Hebohkan Penemuan Ular Sanca