Garutexpo.com — Suasana tenang di wilayah Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, sempat berubah tegang setelah warga menemukan sebuah benda mencurigakan yang belakangan diketahui sebagai munisi proyektil. Menyikapi temuan tersebut, Polsek Leuwigoong bersama Unit Jibom Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Barat langsung bergerak cepat melakukan pemusnahan, Senin (12/1/2026).
Kegiatan diawali pada pukul 17.00 WIB di Kampung Andir RT 01 RW 02, Desa Dungusiku, dengan prosesi serah terima munisi temuan warga kepada Unit Jibom Gegana. Munisi tersebut berupa satu buah proyektil berdiameter 7,5 mm yang ditemukan warga pada Minggu (11/1/2025) sekitar pukul 10.00 WIB dalam kondisi sudah berkarat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Leuwigoong IPTU Encang Suryana, Panit Jibom Detasemen Gegana Sat Brimobda Jabar IPDA Engkus Kusnadi, Danposmil Leuwigoong Pelda TB. Sumpena, Kasi Trantib Kecamatan Leuwigoong H. Ridwan, Kepala Desa Dungusiku Karno, Kepala Desa Karanganyar Dacep, serta personel piket Polsek Leuwigoong.
Selanjutnya, pada pukul 17.50 WIB, munisi tersebut dibawa ke lokasi aman di areal pesawahan Malang Dewa Kampung Singkur RW 07, Desa Karanganyar, tepatnya di kawasan Jalan Raya Sukarno Hatta (bekas pacuan kuda), untuk dilakukan pemusnahan atau disposal. Proses tersebut dipimpin langsung oleh IPDA Engkus Kusnadi bersama empat personel Unit Jibom Gegana Brimobda Jabar.
Proses pemusnahan berjalan lancar dan selesai pada pukul 18.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif tanpa adanya gangguan.
Kapolsek Leuwigoong IPTU Encang Suryana mengungkapkan bahwa munisi tersebut diduga kuat merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda. Ia pun mengimbau masyarakat agar selalu waspada.
“Munisi ini diperkirakan peninggalan zaman Belanda. Kami mengimbau kepada seluruh warga, apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak atau munisi, agar tidak menyentuhnya dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian demi keselamatan bersama,” tegas IPTU Encang.
Langkah cepat aparat kepolisian bersama Brimob ini dinilai berhasil mencegah potensi bahaya yang bisa mengancam keselamatan warga, sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan aparat dalam menjaga keamanan lingkungan masyarakat.(*)


