Garutexpo.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, meminta agar pelaksanaan program MBG dapat dijalankan dengan lebih efisien tanpa mengurangi tujuan utamanya. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan media briefing, Jumat (24/4/2026).
Menurut Purbaya, pemerintah tetap memberikan dukungan penuh terhadap program MBG yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, ia menekankan pentingnya langkah efisiensi agar penggunaan anggaran dapat lebih optimal.
“Kita tidak akan masuk terlalu jauh ke MBG. Kita mendukung, hanya saja kita minta agar pelaksanaannya lebih efisien. Itu yang terus kita diskusikan dengan Kepala BGN,” ujar Purbaya.
Ia mengungkapkan, komunikasi intensif terus dilakukan bersama Kepala BGN, Dadan Hindayana, guna memastikan program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.
Salah satu langkah efisiensi yang telah dilakukan adalah pengurangan hari pelaksanaan program MBG dari semula tujuh hari menjadi lima hari. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan beban anggaran secara signifikan.
Selain itu, BGN juga disebut telah berkomitmen melakukan berbagai langkah penghematan lainnya. Dengan upaya tersebut, anggaran program MBG yang semula diproyeksikan mencapai Rp335 triliun diharapkan dapat ditekan menjadi lebih rendah.
“Mereka akan mengendalikan komponen lain, sehingga anggaran bisa jauh lebih kecil dari Rp335 triliun. Akan ada banyak penghematan ke depan,” jelasnya.
Menanggapi adanya temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait potensi korupsi dalam program tersebut, Purbaya menegaskan hal itu merupakan kewenangan lembaga antirasuah. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kelemahan dalam implementasi program MBG.
“Kita melihat memang ada kekurangan di sana sini, tapi ini masih dalam batas wajar mengingat programnya masih baru. Ke depan tentu akan terus diperbaiki,” katanya.
Purbaya juga memastikan bahwa Kementerian Keuangan akan memperkuat pengawasan, khususnya dalam proses screening pembiayaan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya program yang tidak tepat sasaran atau berpotensi menimbulkan penyimpangan.
“Kami akan perbaiki proses screening pembiayaan agar tidak ada lagi program-program yang tidak semestinya didanai,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Purbaya kembali menegaskan komitmen Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam mendukung keberlangsungan program MBG, dengan catatan efisiensi tetap menjadi prioritas utama.(Acep)


