in

Proyek TK Tarbiyyatul Athfal Garut Rp920 Juta Disorot, Yayasan: Baru Seminggu, Kami Siap Diaudit Setelah Selesai

Foto: Proyek revitalisasi TK Tarbiyyatul Athfal di Kampung Parungjawa RT 003/RW 001, Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.

Garutexpo.com – Proyek revitalisasi TK Tarbiyyatul Athfal di Kampung Parungjawa RT 003/RW 001, Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi sorotan. Pembangunan yang disebut bersumber dari dana bantuan pemerintah melalui program revitalisasi sekolah Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai bantuan mencapai Rp920.208.000.

Sorotan muncul setelah terdapat sejumlah bagian pekerjaan yang dinilai perlu dipastikan kesesuaiannya dengan dokumen perencanaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar kerja, serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Namun demikian, dugaan adanya ketidaksesuaian tersebut belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran. Diperlukan pemeriksaan teknis dan verifikasi resmi untuk memastikan kondisi pekerjaan di lapangan.

Dengan nilai anggaran yang mencapai hampir Rp1 miliar, pengawasan dinilai penting agar penggunaan dana pemerintah benar-benar sesuai peruntukan dan pembangunan fasilitas pendidikan menghasilkan bangunan yang aman serta berkualitas.

Pihak yang menyoroti proyek tersebut meminta penanggung jawab program dan instansi terkait turun langsung melakukan evaluasi.

“Kami meminta penanggung jawab program dan instansi terkait turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi. Jika memang ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi, tentu harus ada tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Yayasan: Pekerjaan Baru Berjalan Seminggu

Menanggapi sorotan tersebut, Ketua Yayasan Ambar Fadilah yang menaungi TK Tarbiyyatul Athfal sekaligus Ketua Pelaksana Pembangunan, Nanang Rusmana, memberikan klarifikasi.

Nanang menegaskan bahwa pekerjaan revitalisasi tersebut baru berjalan sekitar satu minggu. Karena itu, menurutnya, kondisi bangunan yang masih dalam proses pengerjaan belum tepat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya ketidaksesuaian spesifikasi.

“Pekerjaan ini baru berjalan sekitar seminggu. Masa harus diaudit sekarang? Biasanya kalau mau diaudit nanti apabila pekerjaannya sudah beres. Kalau sudah selesai, baru bisa kelihatan pekerjaan apabila tidak sesuai dengan spek. Kami juga siap diaudit apabila nanti pekerjaan sudah beres,” kata Nanang, Minggu (9/8/2026).

Ia juga menjelaskan mengenai material yang digunakan dalam pembangunan, termasuk semen.

Menurut Nanang, pemilihan material tersebut mengacu pada hasil bimbingan teknis (bimtek) kepala sekolah. Dalam bimtek tersebut, terdapat pilihan material berdasarkan kategori harga, mulai dari tinggi, sedang hingga ringan.

“Soal pembangunannya menggunakan semen merek Merdeka, itu berdasarkan hasil bimtek kepala sekolah. Di dalam bimtek barang bangunannya ada tiga pilihan, ada yang harganya tinggi, sedang dan ringan. Kami menggunakan semennya yang sedang,” jelasnya.

Nanang menyebut penggunaan semen merek tersebut juga diterapkan pada pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang berada di sekitar lokasi.

“Di sini juga yang membangun Koperasi Merah Putih (Kopdes) menggunakan semen merek Merdeka,” ujarnya.

Dapat Bantuan Revitalisasi dan Renovasi

Nanang lebih lanjut menjelaskan bahwa TK Tarbiyyatul Athfal memperoleh bantuan pemerintah untuk kegiatan revitalisasi sekaligus renovasi fasilitas sekolah.

Saat ini, jumlah peserta didik yang tercatat di TK tersebut disebut lebih dari 50 siswa. Sementara jika anak-anak yang ikut datang bersama kakaknya turut dihitung, jumlahnya bisa mencapai sekitar 70 anak.

“Kami dapat bantuan untuk revitalisasi dan untuk renovasi juga. Kami memiliki siswa TK sebanyak 50 lebih. Kalau jumlah siswa sampai 70, yang lainnya hanya mengikuti saja seperti adiknya ikut ke kakaknya, istilahnya seperti anak bawang,” kata Nanang.

Ini Rincian Penggunaan Dana Rp920 Juta

Berdasarkan informasi penggunaan dana bantuan pemerintah Program Revitalisasi Sekolah TK Tarbiyyatul Athfal, anggaran tersebut diperuntukkan bagi sejumlah pekerjaan dan fasilitas, antara lain:

1. Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan perabotnya – 1 ruang.
2. Pembangunan Ruang Administrasi dan perabotnya – 1 ruang.
3. Pembangunan toilet dan sanitasinya – 1 ruang.
4. Pembangunan area bermain dan APE luar ruang – 1 ruang.
5. Rehabilitasi ruang kelas lama dan perabotnya – 2 ruang.
6. Penataan lingkungan – 1 unit.
7. Sanitasi – 1 unit.

Dengan cakupan pekerjaan tersebut, pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh kegiatan pembangunan dilaksanakan sesuai perencanaan dan ketentuan program.

Menunggu Audit dan Verifikasi Teknis

Terlepas dari adanya sorotan, proyek tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Karena itu, kepastian mengenai ada atau tidaknya ketidaksesuaian pekerjaan harus menunggu pemeriksaan teknis.

Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mencocokkan kondisi fisik bangunan dengan RAB, gambar kerja, spesifikasi teknis, serta dokumen perencanaan lainnya.

Apabila dalam pemeriksaan resmi ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai, pihak terkait diharapkan melakukan tindak lanjut sesuai ketentuan, termasuk perbaikan apabila memang diperlukan.

Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menyatakan seluruh pekerjaan telah sesuai, hasil tersebut dapat menjadi jawaban atas berbagai sorotan yang berkembang di masyarakat.

Dengan nilai bantuan mencapai Rp920.208.000, masyarakat berharap revitalisasi TK Tarbiyyatul Athfal benar-benar menghasilkan fasilitas pendidikan yang aman, berkualitas, sesuai perencanaan, serta dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Kini, perhatian publik tertuju pada proses pengawasan dan verifikasi untuk memastikan pembangunan berjalan transparan, sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan.***

Ditulis oleh Kang Zey

Mitsubishi Dipo Garut Gelar Test Drive Besar-Besaran, Bocorkan Kehadiran NEW XFORCE HEV (Hybrid Electric Vehicle) yang Lebih Irit dan Canggih

Lowongan Kerja IPI Garut Dibuka! 24 Posisi Diperlukan, dari Pengajar hingga Software Developer