Garutexpo.com — Proyek rekonstruksi jalan Panunjuk–Pasirwangi di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, senilai lebih dari Rp1 miliar, mendapat sorotan dari Ketua Pemuda Akhir Zaman, Jajang Badruzzaman, yang akrab disapa Abah Muda. Ia menilai pengerjaan proyek tersebut terkesan asal-asalan dan minim transparansi, meski sempat mengucapkan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan setelah penantian panjang belasan tahun.
“Setelah menunggu belasan tahun, alhamdulillah kini jalan Panunjuk–Pasirwangi saluran atau selokannya akhirnya diperbaiki. Dulu kalau hujan deras, air sering mengalir ke jalan seperti sungai dan membahayakan pengguna jalan. Kami ucapkan terima kasih kepada Dinas PUPR Kabupaten Garut, terutama kepada Bupati Garut,” ujar Abah Muda kepada Garutexpo.com, Senin (3/11/2025) malam.
Namun di balik rasa syukur itu, ia menyoroti hasil pekerjaan yang dinilai tidak rapi dan kurang sedap dipandang. Ia juga menilai proyek tersebut tidak transparan, karena papan informasi kegiatan di lokasi tidak mencantumkan secara jelas waktu pelaksanaan dan sumber anggaran.
“Pengerjaannya terkesan asal-asalan dan kurang rapi. Selain itu papan informasinya juga tidak jelas, sampai kapan proyek ini dikerjakan dan dari mana sumber anggarannya. Masyarakat berhak tahu karena ini proyek publik,” tegasnya.

Tidak berhenti hanya mengkritik, Abah Muda bahkan langsung mendatangi Kantor Dinas PUPR Kabupaten Garut untuk meminta klarifikasi kepada Kepala Dinas.
“Saya datang langsung ke Kantor Dinas PUPR untuk mempertanyakan proyek rekonstruksi jalan itu. Pak Kadis menyampaikan akan segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi dan hasil pengerjaannya,” kata Abah Muda.
Berdasarkan dokumen resmi Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor 602.1/04/KTR/PPK-1/DAU/BM/PUPR/2025 tertanggal 1 Agustus 2025, proyek tersebut merupakan bagian dari kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota, dengan subkegiatan Rekonstruksi Jalan Panunjuk–Pasirwangi. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp1.048.699.100,00 dan dikerjakan oleh CV. Mahkota Enam Satu dengan sumber anggaran tahun 2025.
Abah Muda berharap Dinas PUPR Kabupaten Garut benar-benar turun tangan memastikan mutu pekerjaan sesuai standar agar proyek tersebut tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap Dinas PUPR melakukan pengawasan ketat. Jangan sampai proyek miliaran rupiah ini hanya indah di laporan, tapi buruk di lapangan,” tandasnya.(*)


