in

GEMAS: Gerakan Sederhana Selamatkan Sekolah di Garut dari Kerusakan Parah

Dedi Kurniawan, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Garut.

Garutexpo.com – Keterbatasan anggaran pendidikan tak bisa lagi dijadikan alasan utama membiarkan kerusakan sarana sekolah terus berlarut. Sekretaris Dewan Pendidikan, Dedi Kurniawan, menggagas sebuah solusi sederhana namun berdampak besar melalui Gerakan Merawat Sekolah (GEMAS).

Menurutnya, meskipun anggaran pendidikan secara nominal terlihat besar, realisasinya di lapangan masih jauh dari harapan. Kondisi ini menuntut adanya langkah konkret dan kesadaran bersama, terutama dari para kepala sekolah, untuk lebih peduli terhadap perawatan fasilitas pendidikan.

“Hasil temuan kami di lapangan menunjukkan banyak kerusakan sekolah justru berawal dari hal-hal kecil yang diabaikan, seperti genteng yang bergeser. Air yang masuk perlahan merusak kayu, hingga akhirnya menyebabkan plafon ambruk,” ujar Dedi kepada Garutexpo.com, Kamis, 16 April 2026.

Ia menegaskan, kerusakan tersebut seharusnya bisa dicegah dengan biaya yang sangat minim. Perbaikan genteng, misalnya, hanya membutuhkan dana sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, jauh lebih kecil dibanding biaya rehabilitasi besar yang harus ditanggung jika kerusakan dibiarkan.

Melalui GEMAS, Dewan Pendidikan mendorong adanya sinergi antara kepala sekolah, komite, dan masyarakat sekitar dalam merawat fasilitas sekolah. Gerakan ini menekankan bahwa perawatan tidak harus menunggu bantuan pemerintah atau program rehabilitasi.

“Jangan menunggu bangunan rusak parah. Kaca pecah, atap bocor, atau pintu rusak seharusnya bisa segera ditangani, bahkan melalui dana operasional sekolah seperti BOS,” tambahnya.

Dedi juga mengusulkan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menghadirkan inovasi berupa program pembinaan serta lomba perawatan sekolah setiap tahun. Langkah ini diyakini dapat memotivasi kepala sekolah dan komite untuk lebih peduli terhadap kondisi sarana dan prasarana.

Tak hanya itu, pemberian penghargaan kepada kepala sekolah yang berhasil menjaga lingkungan sekolah tetap bersih, hijau, dan terawat juga dinilai penting. Hal tersebut dapat menjadi indikator kinerja dalam proses rotasi dan mutasi kepala sekolah.

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah kepala sekolah yang telah menunjukkan kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekolahnya. Di beberapa wilayah, sekolah tampak asri, bersih, dan nyaman sebagai dampak dari perhatian yang konsisten.

“Kerusakan sekolah di Garut bukan semata karena usia bangunan atau kualitas konstruksi, tetapi lebih banyak disebabkan kurangnya kepedulian terhadap perawatan. Jika hal kecil diperhatikan sejak awal, kerusakan besar bisa dicegah,” tegasnya.

Melalui GEMAS, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif seluruh elemen—kepala sekolah, guru, komite, hingga masyarakat—untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas pendidikan. Sebab, sekolah yang terawat bukan hanya menciptakan kenyamanan belajar, tetapi juga menjadi fondasi bagi lahirnya generasi unggul di masa depan.***

Ditulis oleh Kang Zey

Anggota Dewan Pendidikan Apresiasi Sekolah Sungai Cimanuk sebagai Wujud Edukasi Kepedulian Lingkungan

Pipa IPAL Mangkrak di Sungai RW 13 Sukaregang, Warga Curhat: Harus Tunggu Korban Dulu Baru Ditangani?