in

Perubahan Data Bansos April 2026: 11 Ribu Keluarga Dicoret, Puluhan Ribu Warga Baru Berpotensi Terima Bantuan

Ilustrasi

Garutexpo.com – Perubahan data penerima bantuan sosial (bansos) pada April 2026 menjadi sorotan publik. Informasi yang beredar di media sosial, termasuk dari Liputan 6, memperlihatkan antusiasme warga yang masih tinggi terhadap penyaluran bantuan tunai. Antrean panjang di berbagai titik menunjukkan bahwa bansos masih menjadi penopang ekonomi bagi masyarakat.

Namun di balik itu, terjadi perombakan data yang cukup signifikan. Tercatat lebih dari 11 ribu keluarga di Kabupaten Garut dicoret dari daftar penerima bansos. Mereka dinilai berada pada kategori desil 5 hingga 10, atau tidak lagi tergolong miskin maupun rentan.

Sebaliknya, ada kabar baik bagi masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh bantuan. Sebanyak 25.665 keluarga kini masuk dalam kategori desil 1 hingga 4, yang berarti berpotensi menjadi penerima bansos karena dinilai lebih membutuhkan.

Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa hasil pemutakhiran data menunjukkan pergeseran komposisi penerima. Ia menjelaskan bahwa 25.665 keluarga berada di desil satu sampai empat, sementara 1.511 keluarga lainnya masuk desil lima hingga sepuluh. Selain itu, jumlah keluarga yang sebelumnya belum memiliki kategori desil kini berkurang hingga 49.380 keluarga.

“Data ini menunjukkan perbaikan akurasi, sehingga bantuan diharapkan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Masyarakat juga dapat secara mandiri mengecek status penerimaan bansos melalui situs resmi milik Kementerian Sosial Republik Indonesia di laman Cek Bansos. Cukup dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sistem akan menampilkan apakah terdaftar sebagai penerima bantuan atau tidak.

Bagi warga yang merasa layak menerima namun tidak lagi terdaftar, pemerintah mengimbau untuk segera melapor ke kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial setempat dengan membawa dokumen seperti Kartu Keluarga (KK). Langkah ini penting untuk memastikan proses verifikasi dan validasi ulang data.

Di tengah perubahan ini, muncul pula beragam tanggapan dari masyarakat. Salah satu warganet, mom_ita, menyampaikan pandangan agar pemerintah tidak hanya mengandalkan bansos.

“Tidak usah ada bansos, tapi semua sembako dimurahkan saja. Lapangan pekerjaan dipermudah supaya masyarakat bisa mandiri tanpa bergantung pada bantuan,” tulisnya.

Perubahan data bansos ini diharapkan menjadi langkah menuju penyaluran bantuan yang lebih adil dan tepat sasaran, sehingga benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.(Acep)

Ditulis oleh Kang Zey

Dua Pegawai Mundur, Dugaan Masalah Serius di Dapur Program Gizi Nasional Garut Menguak