Garutexpo.com – Prestasi membanggakan ditorehkan salah satu peserta didik SMA Nurul Amin Kabupaten Garut. Muhammad Nazril Sahroni Al Maulud berhasil membuktikan kemampuannya dengan meraih Juara II Pekan Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kabupaten Garut, yang berlangsung di Kampus SMAN 11 Garut, Sabtu (31/10/2026).
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMA Nurul Amin. Di tengah persaingan antarpelajar dari berbagai sekolah, Nazril mampu menunjukkan kemampuan dan kesungguhannya hingga berhasil menempati posisi kedua dalam kompetisi tersebut.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa sekolah swasta memiliki kesempatan yang sama untuk melahirkan peserta didik berprestasi dan mampu bersaing di tingkat kabupaten.
Pekan Olimpiade PAI merupakan salah satu wadah untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan akademik peserta didik dalam memahami Pendidikan Agama Islam. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat nilai-nilai keagamaan, membangun karakter, dan menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat.
Muhammad Nazril Sahroni Al Maulud mengaku bangga dapat mewakili SMA Nurul Amin dan membawa pulang prestasi Juara II tingkat Kabupaten Garut.
“Saya merasa bangga bisa mewakili sekolah SMA Nurul Amin dan mendapatkan Juara II se-Kabupaten Garut. Ini menjadi pengalaman dan kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujar Nazril.
Ia pun menyampaikan motivasi kepada seluruh siswa, khususnya mereka yang bersekolah di lembaga pendidikan swasta, agar tidak pernah merasa minder ataupun menyerah dalam mengejar prestasi.
Menurutnya, keberhasilan bukan ditentukan oleh status sekolah negeri atau swasta, melainkan oleh kemauan, kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk bersaing.
“Untuk teman-teman di sekolah swasta, jangan pernah menyerah untuk meraih kemenangan. Meskipun kita berasal dari sekolah swasta, kita juga bisa berprestasi dan mengharumkan nama sekolah,” tegasnya.
Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam SMA Nurul Amin, Nuryani, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan anak didiknya tersebut.
Ia menjelaskan, prestasi yang diraih Nazril merupakan hasil dari ketekunan dan kesungguhannya dalam belajar serta mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade, meskipun waktu persiapan yang dimiliki relatif terbatas.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Anak didik kami sudah berusaha tekun belajar, meskipun waktu persiapannya cukup terbatas. Namun, alhamdulillah, Muhammad Nazril mampu melewati Olimpiade ini dan meraih Juara II,” ungkap Nuryani.
Menurutnya, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan, mengembangkan potensi diri, serta berani mengikuti berbagai ajang kompetisi.
Pekan Olimpiade PAI sendiri diharapkan tidak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan agama yang baik, berakhlak mulia, kreatif, dan mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarpelajar sekaligus membangun semangat sportivitas dan persaudaraan di lingkungan pendidikan Kabupaten Garut.
Prestasi Muhammad Nazril menjadi pesan inspiratif bahwa sekolah swasta bukanlah batas untuk meraih kesuksesan. Dengan semangat belajar, ketekunan, dan tekad yang kuat, setiap peserta didik memiliki peluang untuk berprestasi serta mengharumkan nama sekolahnya.(Acep)

